Cakra Buana Resources Energy (CBRE) Bakal Gelar Rights Issue Sebanyak 48 Miliar Saham

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) siap mengambil langkah strategis yang signifikan melalui rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Aksi korporasi ini berpotensi menerbitkan hingga sebanyak-banyaknya 48 miliar saham baru, menandai upaya ambisius untuk memperkuat fundamental perusahaan.

Advertisements

Saham-saham baru yang akan diterbitkan dalam rights issue ini merupakan saham atas nama dengan nilai nominal Rp 25 per saham, setara dengan nilai nominal saham perseroan yang telah beredar saat ini. Pelaksanaannya akan mematuhi secara ketat ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya Peraturan OJK (POJK) 32/2015, memastikan setiap tahap berjalan sesuai regulasi yang berlaku.

Untuk mendapatkan restu para pemegang saham, CBRE berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada tanggal 18 Desember 2025. Pernyataan pendaftaran sehubungan dengan rights issue ini diharapkan efektif tidak lebih dari 12 bulan setelah tanggal persetujuan RUPSLB, memberikan rentang waktu yang cukup bagi perusahaan untuk persiapan dan pelaksanaan aksi korporasi penting ini.

Isu Merger dengan Grab Mencuat, Saham GOTO Melesat 8,20%

Advertisements

Manajemen CBRE, melalui keterbukaan informasi pada Senin (10/11), menegaskan bahwa PMHMETD ini memiliki peran krusial. “PMHMETD yang dilakukan oleh perusahaan diharapkan akan dapat memperkuat struktur permodalan dan mengundang investor untuk dapat berpartisipasi dalam menginvestasikan modalnya dalam perusahaan, sehingga akan memberi nilai tambah bagi kinerja perusahaan,” ungkap Manajemen CBRE. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen perseroan untuk meningkatkan daya saing dan nilai bagi para pemegang saham.

Dana segar yang terkumpul dari rights issue ini tidak hanya akan memperkuat keuangan internal, tetapi juga dialokasikan secara strategis. CBRE berencana menggunakan seluruh hasil dana untuk membayar sebagian utang kepada pihak ketiga, meningkatkan modal kerja, serta membiayai rencana penambahan armada, yang esensial untuk mendukung operasional dan ekspansi bisnis emiten.

Lebih lanjut, agenda rights issue ini merupakan bagian integral dari strategi CBRE untuk melunasi utang kepada pihak ketiga melalui skema konversi utang menjadi saham. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi beban utang finansial sekaligus mengoptimalkan struktur permodalan perusahaan dalam jangka panjang.

Dalam rangka implementasi strategi ini, pada tanggal 31 Oktober 2025, CBRE telah meneken Perjanjian Promissory Note dengan sejumlah pihak. Para pemegang Promissory Note tersebut meliputi Hilong Shipping Holding Limited dengan nilai US$ 25 juta, Yafin Tandiono Tan senilai US$ 11 juta, PT Saga Investama Sedaya senilai US$ 12,50 juta, dan PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) senilai US$ 4,5 juta.

Sejalan dengan perjanjian tersebut, pada 10 November 2025, perseroan telah menerima surat pemberitahuan resmi dari keempat pihak, yaitu Hilong Shipping Holding Limited, Yafin Tandiono Tan, Saga Investama Sedaya, dan Superkrane Mitra Utama, yang memilih opsi konversi pinjaman mereka menjadi saham berdasarkan Perjanjian Promissory Note. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan para kreditur terhadap prospek pertumbuhan CBRE di masa depan.

Advertisements

Also Read

Tags