IHSG Pagi Ini Menguat, Dipicu Optimisme Potensi Pemangkasan Suku Bunga AS

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin, 24 November 2025, dengan kinerja yang menjanjikan, bergerak di zona hijau sejak pembukaan pasar.

Advertisements

Data dari RTI pada pukul 09.11 WIB menunjukkan bahwa IHSG berhasil menguat sebesar 0,35% atau naik 29,39 poin, mencapai level 8.443,74. Pergerakan positif ini didukung oleh dominasi saham yang menguat, dengan 287 saham mengalami kenaikan, sementara 202 saham melemah, dan 192 saham stagnan. Aktivitas perdagangan pagi ini mencatat total volume 4,1 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,25 triliun.

Kinerja impresif IHSG pagi ini turut ditopang oleh delapan indeks sektoral yang menunjukkan penguatan, dengan tiga sektor utama menjadi motor pendorong. Sektor IDX-Cyclic memimpin dengan kenaikan 1,39%, disusul oleh IDX-Infra yang melonjak 1,20%, dan IDX-Techno yang juga tumbuh signifikan sebesar 0,94%.

Patrick Walujo Cabut dari GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Hans Patuwo Naik Jadi Dirut

Advertisements

Di tengah sentimen positif pasar saham, beberapa saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 berhasil mencatatkan penguatan paling tinggi:

  • PT Indosat Tbk (ISAT) naik 4,85% ke Rp 2.160
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik 2,36% ke Rp 2.600
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 1,98% ke Rp 1.290

Namun, tidak semua saham LQ45 bergerak positif. Beberapa di antaranya mengalami koreksi tipis:

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 1,32% ke Rp 2.240
  • PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) turun 1,04% ke Rp 1.430
  • PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) turun 1,03% ke Rp 960

Proses Transisi, GOTO Umumkan Hans Patuwo Bakal Jadi CEO Gantikan Patrick Walujo

Penguatan pasar saham domestik pagi ini sejalan dengan sentimen positif yang bertiup dari kawasan Asia-Pasifik. Katalis utama datang dari pernyataan Presiden Federal Reserve New York, John Williams, yang membuka kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini. Prospek pelonggaran moneter ini menjadi angin segar bagi investor global.

Saat ini, target suku bunga acuan The Fed berada di kisaran 3,75%–4,00%. Pasar kini memprediksi probabilitas pemangkasan suku bunga sebesar 0,25% pada pertemuan The Fed Desember mendatang mencapai sekitar 70%, sebagaimana yang tercatat dalam data dari CME FedWatch Tool. Proyeksi ini memberikan harapan bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi global.

Rupiah Dibuka Stabil di Rp 16.716 Per Dolar AS Hari Ini (24/11), Mayoritas Asia Turun

Meskipun pasar Asia sempat tertekan pada pekan lalu akibat aksi jual pada saham-saham teknologi besar seperti Softbank, Samsung Electronics, dan Baidu, sentimen positif pagi ini berhasil membalikkan keadaan. Sejumlah indeks utama di Asia kembali menunjukkan performa yang menguat:

  • Korea Selatan: Indeks Kospi naik 1,13%, meskipun Kosdaq sedikit melemah 0,41%.
  • Australia: Indeks S&P/ASX 200 menguat 0,94%, didorong oleh lonjakan saham Qube yang hampir 20% setelah menerima tawaran akuisisi senilai AU$ 11,6 miliar dari Macquarie Asset Management. Saham BHP juga naik 0,4% setelah pembatalan merger dengan Anglo American.
  • Indeks Hang Seng Hong Kong melonjak 1,06% dan CSI 300 China Daratan menguat 0,16%. Sementara itu, perlu dicatat bahwa pasar Jepang libur pada hari ini.

Advertisements

Also Read

Tags