DBS & Mandiri Luncurkan ETF Emas BlackRock: Investasi Mudah dan Menguntungkan

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. Kabar baik bagi investor! Bank DBS Indonesia dan Mandiri Manajemen Investasi (MMI) kini berkolaborasi menghadirkan solusi investasi emas yang lebih mudah dan modern. Kedua perusahaan resmi menjalin kerja sama referral untuk Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI) atau yang dikenal juga sebagai Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) Exchange-Traded Fund (ETF) Gold BlackRock (iShares).

Advertisements

Kemitraan strategis ini bertujuan memperluas aksesibilitas investasi emas bagi para investor, memungkinkan mereka berinvestasi pada emas tanpa perlu repot menyimpan emas fisik secara langsung. Ini merupakan langkah maju dalam diversifikasi portofolio investasi.

KPD ETF Gold menawarkan cara berinvestasi emas yang fleksibel, efisien, dan dengan biaya yang lebih terjangkau. Investor kini dapat menikmati eksposur langsung terhadap fluktuasi harga emas global dengan biaya yang kompetitif. Keunggulan lainnya, mekanisme investasi ini lebih praktis dibandingkan kepemilikan emas fisik, serta menjamin transparansi harga dan likuiditas yang memadai.

11 Saham Ini Berhasil Naik Kelas ke Papan Utama, Intip yang Prospektif

Advertisements

Lebih dari sekadar potensi keuntungan, emas tetap menjadi aset safe haven yang dapat diandalkan untuk melindungi nilai portofolio di tengah gejolak pasar. Hal ini menjadikan produk KPD ETF Gold sebagai alternatif modern yang relevan untuk memperkuat strategi investasi jangka panjang, disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing investor.

Hardiyanto Pilia, Direktur Mandiri Investasi, menjelaskan bahwa produk KPD ETF Gold menekankan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan mitigasi risiko. “Produk ini dirancang khusus untuk investor yang ingin mengintegrasikan emas sebagai bagian penting dari strategi portofolio jangka menengah mereka,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengelolaan aktif akan terus dilakukan untuk menjaga kinerja investasi tetap optimal.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (24/11/2025), Hardiyanto menyatakan, “Inisiatif ini adalah bukti komitmen kami untuk terus mendorong inovasi produk yang relevan dengan perkembangan pasar dan kebutuhan investor masa kini.”

Produk KPD ETF Gold yang dikelola oleh Mandiri Investasi menggunakan underlying iShares Gold Trust (IAU), sebuah ETF global dari BlackRock yang dirancang untuk secara akurat mengikuti pergerakan harga emas fisik. Dengan demikian, investor dapat yakin bahwa investasi mereka mencerminkan kinerja pasar emas yang sesungguhnya.

Produk ini sangat cocok untuk investor dengan profil risiko agresif yang memiliki horizon investasi jangka menengah. Mereka yang mencari eksposur ke emas melalui instrumen yang lebih modern dan terukur akan sangat diuntungkan dengan KPD ETF Gold.

Mayoritas Saham Anggota Baru MSCI Indonesia Menghijau, Ini Proyeksi Analis

Setelah penandatanganan kerja sama, Hendrik Lim, Head of Investment & TPC Product PT Bank DBS Indonesia, menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan sosialisasi produk secara intensif. Ia optimis bahwa permintaan terhadap ETF emas ini akan tinggi, meskipun investasi minimal yang ditetapkan adalah US$ 350.000 per investor.

Hendrik menekankan bahwa ketentuan ini telah sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 21/POJK.04/2017 tentang Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek untuk Kepentingan Nasabah secara Individual. Hal ini menjamin transparansi dan keamanan investasi bagi para nasabah.

“Target kami untuk ETF emas ini adalah mencapai US$ 25 juta hingga US$ 30 juta dalam satu tahun ke depan,” pungkas Hendrik, menunjukkan keyakinannya terhadap potensi pertumbuhan produk investasi emas yang inovatif ini.

Ringkasan

Bank DBS Indonesia dan Mandiri Manajemen Investasi (MMI) berkolaborasi meluncurkan produk investasi emas yang lebih mudah dan modern, yaitu Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) Exchange-Traded Fund (ETF) Gold BlackRock (iShares). Kemitraan ini bertujuan memperluas aksesibilitas investasi emas, memungkinkan investor berinvestasi tanpa repot menyimpan emas fisik, serta menawarkan cara investasi yang fleksibel, efisien, dan dengan biaya terjangkau.

Produk KPD ETF Gold menggunakan underlying iShares Gold Trust (IAU) dan cocok untuk investor dengan profil risiko agresif yang mencari eksposur ke emas melalui instrumen modern. DBS Indonesia akan segera melakukan sosialisasi produk, menargetkan US$ 25 juta hingga US$ 30 juta dalam satu tahun ke depan, dengan investasi minimal US$ 350.000 per investor, sesuai dengan ketentuan OJK.

Advertisements

Also Read

Tags