Bakrie Brothers Resmi Akuisisi Tol Cimanggis-Cibitung Senilai Rp 1 Triliun

Hikma Lia

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah mengukuhkan posisinya di sektor infrastruktur nasional dengan resmi mengakuisisi 100% saham PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT), perusahaan pengelola ruas tol Cimanggis-Cibitung yang strategis. Langkah ini menandai konsolidasi penuh kepemilikan aset vital tersebut di bawah kendali Grup Bakrie.

Advertisements

Akuisisi kepemilikan ini terealisasi setelah anak usaha BNBR, PT Bakrie Toll Indonesia (BTI), menuntaskan pembelian seluruh sisa saham yang sebelumnya dipegang oleh PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Waskita Toll Road (WTR). Transaksi ini merupakan kelanjutan dari strategi pengembangan infrastruktur jalan tol perseroan.

Direktur Utama & CEO BNBR, Anindya N. Bakrie, menegaskan bahwa akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways ini merupakan momentum strategis krusial bagi perseroan. Sebelumnya, BNBR hanya memiliki 10% saham CCT. Dengan rampungnya divestasi saham oleh SMI sebesar 55% dan WTR sebesar 35%, Grup Bakrie mengambil langkah cepat untuk mengonsolidasikan kepemilikan secara penuh, memperkuat kontrol atas aset jalan tol tersebut.

“Pertimbangan utama di balik transaksi ini adalah untuk semakin memperkuat posisi Grup Bakrie dalam sektor infrastruktur nasional, selaras dengan visi dan strategi bisnis jangka panjang perseroan,” ujar Anindya melalui keterangan resmi. Akuisisi ini dirancang untuk menciptakan fondasi yang lebih kokoh bagi pertumbuhan berkelanjutan di masa depan.

Advertisements

Dengan memegang kendali penuh atas CCT, Anindya berharap dapat secara optimal memanfaatkan sinergi usaha serta memperketat kontrol operasional aset. Strategi ini diyakini akan menjadi katalisator penting yang mampu mendongkrak pendapatan signifikan dan meningkatkan kinerja konsolidasian Grup Bakrie di masa mendatang.

Mendukung pernyataan tersebut, Wakil Direktur Utama BNBR, A. Ardiansyah Bakrie, merinci bahwa aksi korporasi strategis ini melibatkan pembelian 72 juta lembar saham, yang merepresentasikan 90% dari total saham CCT. Nilai pengambilalihan saham tersebut mencapai angka krusial Rp 1 triliun, menunjukkan komitmen finansial BNBR dalam penguasaan penuh aset tol ini.

Lebih lanjut, Ardiansyah mengungkapkan bahwa BTI tidak hanya mengakuisisi saham, tetapi juga mengambil alih piutang atau shareholder loan yang sebelumnya disalurkan oleh SMI dan WTR kepada CCT. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam restrukturisasi keuangan CCT.

“Total nilai dari pokok pinjaman pemegang saham yang dialihkan tersebut mencapai angka substansial Rp 2,565 triliun,” jelas Ardiansyah, menggarisbawahi besaran nilai finansial yang terlibat dalam transaksi ini.

Selain aspek finansial, Ardiansyah juga menyoroti peran vital ruas Tol Cimanggis-Cibitung sebagai jalur alternatif yang efektif untuk mengurai kemacetan, terutama bagi beban lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek. Aset infrastruktur ini sangat strategis dalam mendukung konektivitas dan meningkatkan efisiensi transportasi, khususnya di kawasan industri padat Jabodetabek.

Penandatanganan Share Purchase Agreement (SPA) antara BTI, SMI, dan WTR telah dilakukan secara resmi pada akhir pekan lalu, menegaskan finalisasi transaksi ini. Dengan rampungnya proses akuisisi, PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) kini sepenuhnya dan mutlak berada di bawah kendali entitas Grup Bakrie, membuka babak baru bagi pengelolaan dan pengembangan jalan tol strategis ini.

Advertisements

Also Read

Tags