
BANYU POS JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah memberikan respons resmi terkait pemberitaan yang santer beredar mengenai potensi keterlibatan Badan Pengelola Investasi Danantara dalam proses merger antara GOTO dengan Grab. Kabar ini menjadi sorotan publik, mengingat skala kedua perusahaan teknologi tersebut di Asia Tenggara.
R.A. Koesoemohadiani, Director – Corporate Secretary GOTO, menegaskan bahwa perusahaan telah mengetahui adanya liputan media terkini yang membahas kemungkinan tindakan korporasi di masa depan yang dapat melibatkan perusahaan. Pernyataan ini disampaikan dalam upaya menjaga transparansi dan memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sebagai perusahaan publik.
“Pada tahap ini, tidak terdapat informasi baru yang dapat kami sampaikan selain yang telah perusahaan sampaikan di dalam keterbukaan informasi sebelumnya,” ujar Koesoemohadiani dalam pernyataan resminya pada Senin (1/12/2025) malam. Hal ini mengindikasikan bahwa GOTO belum memiliki perkembangan signifikan yang bisa diumumkan kepada publik di luar apa yang sudah tersedia.
Kabar Buy Out Investasi di GOTO dan Merger GOTO-Grab, Begini Penjelasan Telkom (TLKM)
Sebagai salah satu perusahaan teknologi terbesar di Indonesia, GOTO secara konsisten menyatakan komitmennya untuk mendukung prioritas pemerintah. Komitmen ini tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga meluas pada upaya untuk terus meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi, yang menjadi salah satu pilar utama operasional perusahaan.
GOTO, sebagai perusahaan publik, selalu membuka diri terhadap berbagai diskusi dan peluang yang berpotensi mendukung kepentingan jangka panjang seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan ini menunjukkan kesiapan perusahaan untuk mengeksplorasi langkah strategis yang menguntungkan semua pihak yang terlibat.
“Apabila terdapat suatu proses yang sudah lebih matang, di mana hal tersebut akan melibatkan berbagai pihak, perusahaan akan senantiasa mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tambah Koesoemohadiani. Pernyataan ini menekankan pentingnya kepatuhan hukum dalam setiap langkah tindakan korporasi yang akan diambil.
Komitmen GOTO terhadap transparansi terus diperkuat dengan jaminan bahwa setiap informasi material akan disampaikan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Di samping itu, perusahaan tetap berfokus pada eksekusi strategi yang kuat dan efektif dalam melayani pelanggan. Upaya berkelanjutan ini diyakini sebagai cara terbaik untuk memperkuat pencapaian dan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
IHSG Menguat 0,47% ke 8.548 pada Senin (1/12/2025), JPFA, GOTO, TLKM Top Gainers LQ45
Sebelumnya, spekulasi mengenai keterlibatan Danantara dalam potensi merger Grab dan GOTO mencuat setelah Rosan Perkasa Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Danantara, mengungkapkan peluang tersebut. Pernyataan Rosan menjadi pemicu diskusi luas di kalangan pelaku pasar dan media.
Meskipun demikian, Rosan menegaskan bahwa Danantara masih menantikan perkembangan resmi dari kedua perusahaan terkait. Ia menyatakan bahwa pembahasan mengenai merger GOTO-Grab sepenuhnya berada di tangan GOTO dan Grab. Rosan juga menambahkan bahwa untuk Danantara dapat berpartisipasi, baik GOTO maupun Grab harus menunjukkan keterbukaan. Ia menjelaskan, Danantara akan secara cermat melihat bagaimana seluruh proses tersebut berjalan, termasuk aspek krusial seperti penentuan harga akuisisi atau valuasi.




