Rebalancing Saham Syariah: Dampak Dana & Rekomendasi Analis

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali melakukan peninjauan Daftar Efek Syariah (DES). Hasilnya, sejumlah emiten baru ditetapkan masuk ke dalam daftar, sementara beberapa saham lainnya justru dikeluarkan.

Advertisements

Dalam pengumuman terbarunya, OJK memasukkan 36 saham baru ke dalam DES dan mengeluarkan 16 saham. Beberapa emiten yang kini menghiasi daftar efek syariah antara lain adalah PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG), dan PT Intiland Development Tbk (DILD).

Sebaliknya, beberapa nama harus rela terdepak dari DES. Emiten-emiten tersebut adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI). Perubahan daftar ini akan resmi berlaku mulai 1 Desember 2025.

Analisis Saham Abadi Lestari (RLCO) dari Samuel Sekuritas: Potensi Kenaikan 43%

Advertisements

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menjelaskan bahwa rebalancing DES lazimnya memicu perubahan aliran dana, khususnya dari investor syariah dan manajer investasi yang mengelola reksa dana syariah. Saham-saham yang berhasil masuk ke DES berpotensi besar menikmati peningkatan permintaan dan likuiditas dari segmen investor ini.

Sebaliknya, saham yang dikeluarkan dari DES berpotensi mengalami tekanan jual karena sebagian investor institusi terpaksa melakukan penyesuaian portofolio mereka.

“Meskipun demikian, penting untuk dipahami bahwa perubahan ini tidak secara otomatis memengaruhi kinerja harga saham. Faktor fundamental dan sentimen pasar tetap menjadi penentu utama,” tegas Reza kepada Kontan, Senin (1/12/2025).

Reza juga menekankan bahwa prospek jangka panjang sebuah saham tidak semata-mata ditentukan oleh status syariahnya. Saham yang benar-benar menarik adalah yang memiliki fundamental solid, struktur keuangan yang sehat, serta prospek industri yang menjanjikan. Masuknya saham ke DES sebaiknya dipandang sebagai filter awal, bukan indikator utama prospek jangka panjang.

Dari daftar saham pendatang baru di DES, Reza secara khusus menyoroti OASA dan ASSA sebagai dua emiten yang layak untuk diperhatikan. OASA menawarkan eksposur ke sektor energi dan pengelolaan lingkungan yang semakin relevan di masa depan. Bergabungnya OASA ke DES berpotensi memperluas basis investornya, namun prospeknya sangat bergantung pada keberhasilan eksekusi proyek dan konsistensi kinerja keuangan. Oleh karena itu, investor perlu mencermati volatilitas saham ini.

Saham Blue Chip Bank Bangkit Awal Des 2025, Tak Semua Layak Beli, Cek Analisisnya!

Sementara itu, ASSA memiliki fondasi bisnis yang lebih stabil berkat layanan logistik dan ekosistem AnterAja yang diuntungkan oleh pertumbuhan pesat e-commerce. Diversifikasi bisnis dan pendapatan yang semakin recurring menjadikan ASSA sebagai salah satu emiten yang lebih prospektif di antara saham-saham baru di DES.

Secara terpisah, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menjelaskan bahwa sentimen ini berpotensi memicu rebalancing produk syariah oleh para manajer investasi. Kondisi ini dapat mendorong aksi beli pada saham-saham yang masuk ke dalam DES, sekaligus memicu tekanan jual pada saham-saham yang dikeluarkan dari daftar tersebut.

“Namun, pengumuman ini bersifat sementara dan kita perlu melihat prospek ke depannya,” imbuh Azis kepada Kontan, Selasa (2/12/2025).

Saat ini, Azis berpendapat bahwa ASSA memiliki sentimen positif yang didorong oleh momentum tahun baru, yang diperkirakan akan meningkatkan traffic dan permintaan sewa mobil, sehingga berpotensi berdampak positif pada kinerja perusahaan.

Secara teknikal, Reza memberikan target harga saham OASA di kisaran Rp258-Rp288 per saham, dan ASSA di Rp1.160-Rp1.200 per saham. Sementara itu, Azis merekomendasikan trading buy untuk ASSA dengan target harga Rp1.380 per saham.

BBRI dan BUMI Terbanyak, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing di Awal Desember 2025

Ringkasan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan rebalancing Daftar Efek Syariah (DES) dengan memasukkan 36 saham baru dan mengeluarkan 16 saham. Beberapa saham yang masuk antara lain PALM, ASSA, OASA, BLOG, dan DILD, sementara yang keluar termasuk CUAN, PTRO, AMMN, EMTK, dan WIFI. Perubahan ini akan berlaku efektif mulai 1 Desember 2025.

Rebalancing DES berpotensi memicu perubahan aliran dana dari investor syariah. Saham yang masuk DES berpotensi mengalami peningkatan permintaan, sementara yang keluar berpotensi mengalami tekanan jual. Analis menyoroti ASSA dan OASA sebagai saham baru yang menarik, dengan ASSA memiliki fundamental lebih stabil dan OASA menawarkan eksposur ke sektor energi. Target harga untuk ASSA berkisar Rp1.160-Rp1.380 per saham dan OASA Rp258-Rp288 per saham.

Advertisements

Also Read

Tags