IHSG Naik 0,21% ke 8.635 Sesi I Rabu (3/12): Saham UNVR, KLBF, TLKM Jadi Top Gainers

Hikma Lia

BANYU POS  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan sesi pertama Rabu (3/12/2025) dengan kinerja positif, bergerak solid di zona hijau, sejalan dengan tren penguatan yang terlihat di bursa regional. Kenaikan ini memberikan optimisme di tengah dinamika pasar global.

Advertisements

Berdasarkan data dari RTI, IHSG berhasil terapresiasi sebesar 0,21% atau setara dengan 18,086 poin, menembus level 8.635,110. Aktivitas perdagangan pagi menunjukkan dominasi saham-saham yang naik, dengan 340 saham menguat, sementara 290 saham melemah, dan 169 saham lainnya stagnan. Total volume perdagangan saham mencapai 24,8 miliar unit, dengan nilai transaksi yang cukup signifikan yakni Rp 11,8 triliun.

Sembilan indeks sektoral turut menjadi penopang utama langkah positif IHSG pada sesi pagi tersebut. Tiga sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah IDX-Infra yang melonjak 1,65%, diikuti oleh IDX-Techno dengan kenaikan 1,26%, dan IDX-Cyclic yang menguat 0,89%. Kontribusi sektor-sektor ini memperkuat momentum kenaikan indeks secara keseluruhan.

Beberapa saham unggulan dalam indeks LQ45 juga menunjukkan performa cemerlang, memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi:

  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) melonjak 3,40% mencapai Rp 2.740
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 2,63% ke level Rp 1.170
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menguat 1,97% menjadi Rp 3.630
Advertisements

Di sisi lain, tidak semua saham mampu mempertahankan posisinya. Berikut adalah daftar saham top losers di indeks LQ45:

  • PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) terkoreksi 1,83% ke Rp 535
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 1,75% menjadi Rp 2.240
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 1,68% ke Rp 2.930

Bursa Asia

Sentimen positif tidak hanya terasa di pasar modal domestik, tetapi juga menyebar di bursa Asia. Pasar saham Jepang menjadi salah satu yang paling menonjol pada perdagangan Rabu, didorong oleh lonjakan saham-saham teknologi yang mengikuti jejak reli kuat di Wall Street. Ini memberikan dorongan signifikan bagi penguatan indeks Nikkei 225.

Perusahaan raksasa teknologi, SoftBank, memimpin kenaikan di Jepang dengan melesat lebih dari 8%, bangkit setelah mencatat penurunan dalam tiga sesi sebelumnya. Performa impresif juga ditunjukkan oleh pemasok peralatan semikonduktor Tokyo Electron yang naik lebih dari 5%, sementara Lasertec menguat hingga 7%. Produsen chip Renesas Electronics turut mencatatkan kenaikan lebih dari 7%, dan Advantest bertambah hingga 5%.

Kenaikan signifikan pada saham-saham teknologi ini menjadikan Nikkei memimpin penguatan di kawasan Asia dengan kenaikan sebesar 1,54%. Namun, berbeda dengan Nikkei, indeks Topix justru sedikit terkoreksi tipis, menunjukkan adanya perbedaan sentimen di antara sektor-sektor tertentu.

Di ranah pasar kripto, Bitcoin juga menunjukkan performa gemilang dengan rebound kuat setelah sempat mengalami tekanan jual. Aset kripto terbesar di dunia ini melonjak lebih dari 7% dan berhasil menembus kembali level US$90.000. Bitcoin terakhir diperdagangkan di kisaran US$92.980, menandakan pemulihan yang solid bagi investor kripto.

Dari Korea Selatan, indeks Kospi menunjukkan penguatan sebesar 1,06%, sementara indeks teknologi Kosdaq berbalik melemah tipis 0,14%. Rilis data revisi Produk Domestik Bruto (PDB) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan sebesar 1,8% secara tahunan pada kuartal III-2025, sedikit lebih tinggi dari estimasi awal 1,7%. Di luar data ekonomi, Presiden Lee Jae Myung juga menyampaikan pidato nasional untuk memperingati satu tahun kegagalan upaya darurat militer oleh mantan Presiden Yoon Suk Yeol.

Sementara itu, di Australia, indeks S&P/ASX 200 tercatat naik tipis 0,11%. Kenaikan ini terjadi meskipun data PDB kuartal III di bawah perkiraan. Ekonomi Australia tumbuh 2,1% secara tahunan, menunjukkan laju terkuat sejak kuartal III-2023, namun angka ini masih sedikit di bawah proyeksi awal sebesar 2,2%.

Kontras dengan sentimen positif di banyak pasar Asia, indeks Hang Seng di Hong Kong dibuka turun 0,95%. Sementara itu, indeks saham unggulan Tiongkok, CSI 300, bergerak tipis di atas garis datar, menunjukkan pergerakan yang cenderung stagnan di pasar Tiongkok.

Advertisements

Also Read

Tags