Rupiah ditutup melemah ke Rp 16.777 per dolar AS hari ini (22/12), Asia menguat

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali menunjukkan tekanan signifikan, melanjutkan tren pelemahannya hingga akhir sesi perdagangan. Pada Senin, 22 Desember 2025, rupiah resmi ditutup pada level Rp 16.777 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka penutupan ini menandai depresiasi sebesar 0,16% dibandingkan posisi akhir pekan sebelumnya, Jumat, 19 Desember 2025, ketika rupiah berada di level Rp 16.723 per dolar AS.

Advertisements

Pergerakan nilai tukar rupiah yang cenderung melemah ini kontras dengan mayoritas mata uang di Asia yang justru menunjukkan penguatan. Ini menempatkan rupiah dalam posisi yang berbeda dari tren regional yang didominasi sentimen positif.

Analisis pergerakan mata uang Asia hingga pukul 15.00 WIB menunjukkan tren positif bagi sebagian besar. Baht Thailand memimpin penguatan dengan lonjakan 0,78%, menjadikannya mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan. Tak ketinggalan, yen Jepang turut melesat 0,18%, menunjukkan resistensi terhadap fluktuasi pasar global.

Penguatan juga terlihat pada dolar Singapura yang terkerek 0,13% dan dolar Taiwan yang menanjak 0,07%. Sementara itu, yuan China mencatatkan kenaikan tipis 0,04%, diikuti oleh dolar Hong Kong yang menguat 0,03%. Peso Filipina menutup sesi perdagangan dalam posisi stabil, namun dengan kecenderungan penguatan yang tipis.

Advertisements

Namun, di tengah gelombang penguatan tersebut, beberapa mata uang Asia justru harus menghadapi tekanan. Rupee India mencatat pelemahan paling dalam di kawasan, anjlok hingga 0,28%. Senada, won Korea Selatan juga mengalami penurunan sebesar 0,16%, sedangkan ringgit Malaysia melemah tipis 0,03% terhadap the greenback atau dolar AS.

Rupiah Berbalik Melemah ke Rp 16.778 per Dolar AS di Siang Ini (22/12)

Advertisements

Also Read

Tags