BANYU POS JAKARTA – Kabar gembira bagi investor PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA). Perusahaan energi yang terafiliasi dengan taipan Prajogo Pangestu ini akan segera membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025. Rencana awal yang telah diumumkan pada 30 Desember 2025, kini mengalami sedikit penyesuaian jadwal yang dirilis pada 2 Januari 2026, guna memastikan kelancaran proses pembagian kepada para pemegang saham.
Manajemen CDIA melakukan perubahan pada beberapa tanggal krusial terkait pembagian dividen interim. Salah satu perubahan utama adalah pengunduran tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen (recording date) dari semula 12 Januari 2026 menjadi 13 Januari 2026. Penyesuaian ini berdampak pada seluruh lini jadwal dividen, yang rinciannya sebagai berikut:
- Tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen: 13 Januari 2026 (dari semula 12 Januari 2026)
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 9 Januari 2026 (dari semula 8 Januari 2026)
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 12 Januari 2026 (dari semula 9 Januari 2026)
- Cum dividen di pasar tunai: 13 Januari 2026 (dari semula 12 Januari 2026)
- Ex dividen di pasar tunai: 14 Januari 2026 (dari semula 13 Januari 2026)
- Tanggal pembayaran dividen: tetap 29 Januari 2026
“Selain perubahan atas jadwal pembagian dividen interim 2025, tidak terdapat perubahan lainnya atas informasi yang disampaikan pada 30 Desember,” tegas manajemen CDIA dalam keterangan keterbukaan informasi. Keputusan ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai kepada para investornya.
CDIA akan membagikan dividen interim sebesar Rp 1,34 per saham. Secara keseluruhan, total nilai dividen interim yang akan didistribusikan kepada seluruh pemegang saham mencapai Rp 167,67 miliar. Sumber dividen ini berasal dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2025.
Merly, selaku Sekretaris Perusahaan CDIA, menjelaskan bahwa keputusan pembagian dividen interim ini didasarkan pada edaran sebagai pengganti rapat direksi dan keputusan edaran sebagai pengganti rapat dewan komisaris, yang keduanya tertanggal 29 Desember 2025. “Perusahaan memutuskan membagi dividen interim untuk tahun buku 2025, yang berasal dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2025,” jelas Merly dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Desember 2025.
Kinerja finansial CDIA memang menunjukkan pertumbuhan yang impresif. Per 30 Juni 2025, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar US$ 67,84 juta. Angka ini melonjak signifikan sebesar 330,46% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya US$ 15,78 juta. Peningkatan laba bersih yang substansial ini menjadi dasar kuat bagi perusahaan untuk membagikan dividen kepada investornya.
Di pasar saham, harga saham CDIA menunjukkan performa positif. Pada penutupan perdagangan Jumat, 2 Januari 2026, harga saham CDIA ditutup pada level Rp 1.715 per saham, naik 2,69% dari hari sebelumnya. Dengan acuan harga saham tersebut, perhitungan menunjukkan dividen yield CDIA berada di angka 0,08%. Ini memberikan gambaran menarik bagi para investor yang mencari potensi pendapatan pasif dari investasi mereka di CDIA.




