Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Bisnis-27 mengakhiri perdagangan hari ini, Jumat (9/1/2026), dengan pelemahan. Kendati demikian, sorotan utama tertuju pada performa cemerlang sejumlah saham tambang seperti PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang justru mampu mencatatkan pertumbuhan harga yang signifikan di tengah koreksi pasar.
Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks yang merupakan hasil kolaborasi antara BEI dan Harian Bisnis Indonesia ini ditutup dengan koreksi sebesar 0,37%, mendarat pada level 557,93. Dari total 27 konstituen yang membentuk indeks, 11 saham berhasil membukukan penguatan, sementara 13 saham bergerak di zona merah, dan 3 saham lainnya terpantau stagnan sepanjang sesi perdagangan.
Kinerja positif yang memimpin kenaikan harga saham pada penutupan perdagangan didominasi oleh emiten sektor energi dan pertambangan. PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) melesat 5,69%, menunjukkan performa yang paling impresif. Tak kalah perkasa, saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) turut menguat 5,00%, diikuti oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang menanjak 4,01%.
Medco Energi Internasional Tbk. – TradingView
Tren penguatan juga merayapi saham-saham lain. PT Adaro Resources Indonesia Tbk. (ADRO) berhasil menguat 3,45%, diikuti oleh PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang naik 2,34%. Di sektor kesehatan, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) bertumbuh 2,08%, sementara PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menguat 1,97%.
Lebih lanjut, laju penguatan juga terlihat pada saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) yang naik 1,27%. Dari sektor perbankan, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 0,93%. Sementara itu, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) merangkak naik 0,43%, serta PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang mencatatkan penguatan tipis 0,32%.
Namun, tidak semua konstituen mampu mempertahankan performa baik di tengah fluktuasi pasar. Beberapa saham justru mengalami tekanan jual yang cukup dalam. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) memimpin daftar pelemahan dengan terkoreksi 2,27%. Disusul oleh PT Astra International Tbk. (ASII) yang melemah 1,79%, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) turun 1,04%, dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang juga anjlok 1,01%.
Saham perbankan lainnya, BBRI dan BBNI, turut merasakan tekanan pasar, masing-masing terkoreksi 0,81% dan 0,71%. Sementara itu, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) melemah 0,48%, PT United Tractors Tbk. (UNTR) turun 0,47%, dan PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) ikut tergelincir 0,42%.
Di tengah dinamika pergerakan pasar, beberapa saham memilih untuk tetap di tempatnya, menunjukkan stabilitas tanpa perubahan harga yang signifikan. Saham-saham yang terpantau stagnan meliputi PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), dan PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL).
—
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.




