Luncurkan kluster hunian baru, simak rekomendasi saham Bumi Serpong Damai (BSDE)

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mencatat penurunan kinerja sepanjang Januari – September 2025. Peluncuran kluster baru diproyeksi jadi katalis pendorong kinerja BSDE ke depannya. 

Advertisements

BSDE mengantongi pendapatan Rp 8,76 triliun per kuartal III 2025. Jumlah tersebut turun 12,95% dari Rp 10,06 triliun per kuartal III tahun 2024. Senada, laba bersih BSDE juga terkoreksi 49,53% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1,36 per September 2025. 

Yasmin Soulisa, Analis Ciptadana Sekuritas Asia menjelaskan bahwa profil pendapatan BSDE tetap bergantung pada penjualan properti siklikal. Sementara pendapatan berulang yang meningkat memberikan penyangga parsial terhadap volatilitas pasar properti.  

Tercatat, penjualan properti menyumbang 85% dari total pendapatan, turun 14,6% yoy. Didorong oleh penurunan penjualan residensial sebesar 28% yoy, yang menyumbang 39% dari pendapatan (Rp 3,38 triliun). Penjualan komersial mewakili 26%, turun 7% yoy, karena pertumbuhan apartemen diimbangi oleh penjualan ruko yang lebih lemah. Penjualan lahan meningkat 14% yoy, menyumbang 21%. 

Advertisements

Bumi Serpong Damai (BSDE) Bayar Kupon Surat Utang pada Awal 2026

Sementara itu, pendapatan berulang berkontribusi 15% dari total pendapatan, tumbuh 12,2% yoy, didukung oleh penyewaan, perhotelan, rekreasi, dan operasi jalan tol, termasuk Jalan Tol Serpong–Balaraja Fase 1B. 

“Laba bersih turun 49,5% yoy menjadi Rp 1,36 triliun, terutama karena pengakuan penjualan properti yang lebih lemah,” ucap Yasmin dalam risetnya pada 24 Desember 2025.  

Meski begitu, Yasmin melihat ada katalis pendorong kinerja BSDE ke depan. Sebab, pada bulan November 2025 Bumi Serpong Damai (BSDE) memajukan inisiatif kota utama di BSD City. Ini ditandai dengan peluncuran klaster hunian IZZI yang berpusat di wilayah perkotaan BSD Barat. 

Dengan harga unit mulai dari Rp 1,4 miliar, proyek ini menargetkan pembeli kelas menengah ke atas yang berorientasi gaya hidup dan memiliki fasilitas terpadu seperti pengisian daya electric vehicle (EV) dan ruang komunal yang mendukung segmentasi pasar yang lebih spesifik. 

Yasmin mencatat, tingkat penyerapan IZZI sekitar 95% dari 100 unit awal yang menunjukkan tingkat penyerapan sekitar 45 unit – 50 unit per bulan. Capaian itu melampaui klaster hunian landed di BSD City pada segmen Rp 1 miliar – Rp 2 miliar yang secara historis mencatat sekitar 20 unit –30 unit per bulan, misalnya klaster skala menengah di BSD Timur/Barat). 

“Dibandingkan dengan peluncuran BSDE baru-baru ini, penyerapan IZZI lebih dekat ke kluster premium daripada produk pasar massal. Hal itu mencerminkan kesesuaian produk-harga yang kuat,” ujar Yasmin. 

Bumi Serpong Damai (BSDE) Masih Prospektif di 2026, Simak Rekomendasi Sahamnya

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisory, Ekky Topan mengatakan, prospek kinerja BSDE pada awal tahun 2026 secara fundamental tetap didukung oleh posisi sebagai salah satu pengembang properti terbesar di Indonesia dengan cadangan lahan dan portofolio proyek yang luas, termasuk township BSD City yang menjadi flagship perusahaan. 

Perolehan marketing sales dan prapenjualan telah menunjukkan tren yang solid meskipun di tengah tekanan makroekonomi, serta BSDE memiliki neraca keuangan yang relatif kuat dengan net gearing yang terjaga, memberikan fleksibilitas pendanaan untuk menjalankan proyek-proyek strategis. 

“Kinerja diperkirakan lebih baik di tahun 2026 seiring perbaikan efisiensi biaya dan peluncuran proyek baru yang mendukung pertumbuhan prapenjualan ke depan,” ujar Ekky kepada Kontan, Senin (12/1/2026). 

Namun Ekky melihat BSDE juga menghadapi sejumlah tantangan pada awal tahun 2026. Tekanan daya beli konsumen dan kondisi makroekonomi yang belum sepenuhnya pulih masih berdampak pada penjualan unit properti dan pendapatan proyek. Seperti terlihat dalam penurunan pendapatan dan laba bersih di beberapa periode pelaporan keuangan terakhir. 

Selain itu, volatilitas pasar properti domestik dan persaingan dari pengembang lain juga tetap menjadi tantangan, terutama untuk segmen menengah-premium di mana permintaan sangat sensitif terhadap suku bunga dan kondisi ekonomi.  

Bumi Serpong Damai (BSDE) Jual Entitas Anak, Simak Rinciannya

Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su mengatakan, tantangan utama BSDE pada awal 2026 berasal dari ketidakpastian suku bunga yang masih relatif tinggi, yang dapat menahan keputusan pembelian properti berbasis KPR. 

Tekanan biaya konstruksi dan persaingan antar pengembang di Jabodetabek juga berpotensi menekan margin. Di sisi lain, faktor makro seperti daya beli dan sentimen konsumen tetap perlu dicermati.  

“Pada awal 2026, kinerja BSDE diperkirakan tetap solid, ditopang oleh prapenjualan yang stabil di BSD City, didukung oleh perpanjangan program PPN DTP,” ucap Harry kepada Kontan, Senin (12/1/2026).

Yasmin memproyeksikan pendapatan dan laba bersih BSDE tahun 2025 masing – masing mencapai Rp 11,07 triliun dan Rp 1,81 triliun. Pendapatan dan laba bersih BSDE tahun 2026 diproyeksi mencapai Rp 11,64 triliun dan Rp 2,01 triliun. Adapun pada tahun 2024, BSDE mengantongi pendapatan Rp 13,79 triliun dan laba bersih sebesar Rp 4,35 triliun. 

Yasmin, Ekky, dan Harry Su merekomendasikan Buy saham BSDE dengan target harga masing – masing Rp 1.200 per saham, Rp 1.200 per saham, dan Rp 1.100 per saham. Risiko utama terhadap rekomendasi tersebut meliputi pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari perkiraan, perubahan regulasi di sektor properti, dan kenaikan biaya konstruksi.

Kinerja Bumi Serpong Damai (BSDE) Turun per Kuartal III 2025, Laba Anjlok 49,53%

Advertisements

Also Read

Tags