
BANYU POS JAKARTA. Seusai menyentuh level 9.000 di sesi pertama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba turun bebas sesi kedua pada Senin (12/1/2026). Bahkan pada pukul 14:34 WIB, IHSG terkoreksi 2,48% menuju level 8.715,41.
Walaupun belum menembus zona hijau, IHSG bangkit menjelang akhir perdagangan. Alhasil, IHSG menutup perdagangan Senin (12/1/2026) dengan melemah 0,58% atau turun 52,03 poin ke level 8.884,72.
Nilai transaksi di pasar mencapai Rp 39,85 triliun sepanjang hari. Sebenarnya, investor asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 107,21 miliar atau setara dengan US$ 6,26 juta.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengatakan rontoknya IHSG telah diperingati dalam beberapa hari ke belakang, terlebih IHSG telah menyentuh angka 9.000.
Jual di Harga Pucuk, Pengendali Diamond Citra (DADA) Kantongi Cuan Rp 38,40 Miliar
Dia bilang walaupun IHSG sempat menyentuh level terendah di 8.715, tapi ternyata titik low intraday itu masih ditopang oleh MA20. Alhasil, rebound yang terjadi membuat IHSG di tutup kembali di atas 8.800.
“Walaupun demikian, bukan berarti IHSG tidak akan ada konsolidasi lagi. Kiwoom Sekuritas memproyeksikan, pasar akan masih volatile selama sepekan ke depan,” jelas Liza dalam riset, Senin (12/1/2026).
Liza mengatakan, tensi geopolitik global yang semakin memanas, baik antara urusan Amerika Serikat (AS)–Venezuela, Iran, China hingga Rusia. Menurutnya, gejolak semacam ini bisa menjadi pemicu wajar bagi konsolidasi pasar secara global.
“Melihat penutupan perdagangan 12 Januari 2026 sudah lebih rendah dari titik low perdagangan sebelumnya, maka eksekusi trailing stop sewajarnya dilaksanakan setidaknya secara bertahap,” kata dia.
Dia memproyeksikan secara teknikal dengan jangka menengah, IHSG memang belum keluar dari pola uptrend channel. Seandainya keluar dari pola tersebut, IHSG masih harus longsor sampai 8.660 atau support lower channel.




