
BANYU POS JAKARTA. Harga emas Antam produksi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali mencatat rekor tertinggi baru, menandai periode kenaikan yang signifikan di pasar komoditas.
Pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026, harga emas batangan dengan pecahan satu gram terpantau melonjak hingga mencapai level Rp 2.703.000 per gram. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar Rp 40.000 dibandingkan dengan harga penutupan pada Sabtu, 17 Januari 2026, yang berada di level Rp 2.663.000 per gram.
Menanggapi fenomena kenaikan harga yang berkelanjutan ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengemukakan bahwa peluang bagi para investor untuk melakukan aksi ambil untung atau profit taking kini terbuka lebar. Ini menjadi momen strategis bagi mereka yang ingin merealisasikan keuntungan dari investasi emas yang telah dilakukan.
Lukman menjelaskan bahwa jika kondisi pasar dirasa sudah tepat, investor dapat mempertimbangkan untuk mencairkan sebagian dari keuntungan investasi emas Antam mereka. Ia menyarankan perkiraan sekitar 10% hingga 20% dari total investasi sebagai target profit taking yang realistis.
“Namun, saya juga menyarankan agar sebagian investasi tetap dipertahankan atau hold,” imbuh Lukman pada Senin, 19 Januari 2026, memberikan perspektif yang seimbang antara mengambil keuntungan dan mempertahankan posisi.
Harga Emas Logam Mulia Berpotensi Capai Rp 2,8 juta per Gram Pekan Ini, Cek Pemicunya
Di sisi lain, bagi para investor pemula atau mereka yang baru tertarik untuk berinvestasi emas Antam, peluang untuk masuk ke pasar juga tetap ada. Secara teori, waktu terbaik untuk mengakumulasi emas adalah saat terjadi koreksi harga. Namun, Lukman menggarisbawahi bahwa momen-momen koreksi tersebut sangat sulit diprediksi dengan akurat.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar investor baru tetap menjalankan strategi akumulasi pembelian emas Antam secara bertahap. Pendekatan ini dinilai lebih bijak, baik saat harga sedang mengalami fase koreksi maupun ketika tren kenaikan masih berlanjut, untuk mengurangi risiko dan memanfaatkan rata-rata harga beli.
Lebih lanjut, Lukman menegaskan bahwa tidak ada pihak yang dapat memprediksi arah pergerakan harga emas dunia, termasuk emas Antam, secara presisi. Kendati demikian, konsensus para analis global memproyeksikan kenaikan harga emas setidaknya 10% sepanjang tahun 2026.
“Sentimen utama yang menggerakkan harga emas adalah faktor geopolitik. Dan dunia sering kali dihadapkan pada situasi serta eskalasi geopolitik yang mendadak dan tak terduga,” pungkas Lukman, menjelaskan dinamika kompleks di balik volatilitas harga komoditas berharga ini.
ANTM Chart by TradingView




