
BANYU POS, JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Kamis, 22 Januari 2026, dengan pelemahan tipis. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia ini tergelincir 18,14 poin atau setara 0,20%, menutup hari di level 8.992,18.
Pergerakan pasar saham hari ini menunjukkan sentimen yang beragam. Tercatat sebanyak 345 saham mengalami kenaikan, sementara 331 saham harus melemah, dan 128 saham lainnya stagnan. Dari sebelas indeks sektoral yang ada, hanya lima di antaranya yang mampu mempertahankan posisi di zona hijau, sedangkan enam sektor lainnya harus menyerah dan masuk ke zona merah.
Sektor-sektor yang mencatat penguatan paling signifikan adalah sektor barang konsumen siklikal yang memimpin dengan kenaikan 1,47%. Diikuti oleh sektor infrastruktur yang menguat 1,38%, dan sektor properti dengan kenaikan 0,09%. Sebaliknya, pelemahan terdalam dialami oleh sektor energi yang anjlok 1,86%, disusul sektor teknologi dengan penurunan 1,70%, dan sektor perindustrian yang terkoreksi 0,97%.
Total volume perdagangan saham di bursa mencapai 71,74 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 37,49 triliun, mencerminkan aktivitas pasar yang cukup substansial.
IHSG Masih Rawan Koreksi Pada Jumat (23/1), Ini Kata Analis
Menjelang perdagangan Jumat, 23 Januari 2026, para analis pasar telah merilis rekomendasi saham pilihan mereka berdasarkan analisis teknikal. Berikut adalah ulasan lengkapnya:
1. PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK)
Saham LPCK pada perdagangan Kamis (22 Januari 2026) menunjukkan kinerja impresif dengan menguat tajam 22,43% ke level Rp 815 per saham. Pergerakan ini sekaligus mengkonfirmasi terjadinya breakout resistance pada pola cup and handle di kisaran level 730-740. Volume perdagangan yang melonjak signifikan dan indikator MACD yang menunjukkan penguatan tren semakin memperkuat sinyal positif ini.
Rekomendasi: Trading Buy
Support: Rp 770
Resistance: Rp 900
Oktavianus Audi, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia
IHSG Berpotensi Lanjut Terkoreksi pada Jumat (23/1), Cek Saham Rekomendasi Analis
2. PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)
Meskipun muncul Spinning white candle dengan indikator RSI dan Stochastic yang menguat, volume perdagangan BBSI justru terlihat menurun. Saham ini masih bergerak dalam fase sideways, namun memiliki potensi untuk dibeli jika mampu rebound di atas level Rp 3.940. Pada penutupan Kamis (22 Januari 2026), BBSI ditutup menguat 2,88% ke level Rp 3.930 per saham.
Rekomendasi: Speculative Buy
Support: Rp 3.820
Resistance: Rp 4.160
Achmad Yaki, BCA Sekuritas
3. PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO)
Saham CPRO saat ini sedang menguji level support MA20 atau Middlebands-nya. Setelah fase pengujian ini, CPRO berpeluang untuk kembali menguat dan menuju level resistance Rp 83. Pada perdagangan Kamis (22 Januari 2026), CPRO ditutup melemah tipis 1,35% ke level Rp 73 per saham.
Rekomendasi: Buy on Weakness
Support: Rp 68
Resistance: Rp 82
Andhika Cipta Labora, Kanaka Hita Solvera
IHSG Melemah 0,20% ke 8.992 pada Kamis (22/1/2026), BUMI, BRPT, SCMA Top Losers LQ45




