Jakarta, IDN Times – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus menelan pil pahit dengan terkoreksi sepanjang perdagangan pekan ini, periode 19-25 Januari 2026. Di tengah gejolak pasar yang lesu ini, perhatian investor tertuju pada sepuluh saham yang berhasil mencetak kenaikan fantastis dan sepuluh saham yang justru mengalami penurunan paling dalam.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) menjadi primadona dengan lonjakan harga lebih dari 100 persen. Sebaliknya, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) mencatatkan koreksi paling signifikan, ambles lebih dari 31 persen dalam periode yang sama.
Berikut adalah daftar lengkap saham-saham yang paling bersinar (top gainers) dan yang paling terpuruk (top losers) sepanjang pekan perdagangan ini:
1. Saham dengan Kenaikan Tertinggi

Sejumlah saham yang berhasil mencatatkan kinerja positif dan menjadi top gainers pekan ini meliputi:
-
PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) melonjak 133,78 persen menjadi Rp1.730 per saham
-
PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) naik 91,31 persen menjadi Rp815 per saham
-
PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) menguat 87,28 persen menjadi Rp324 per saham
-
PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) meningkat 86,92 persen menjadi Rp1.000 per saham
-
PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) naik 80,91 persen menjadi Rp199 per saham
-
PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) melesat 78,57 persen menjadi Rp575 per saham
-
PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menguat 54,33 persen menjadi Rp980 per saham
-
PT Elitery Tbk (ELIT) naik 50 persen menjadi Rp354 per saham
-
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) meningkat 43,80 persen menjadi Rp6.050 per saham
-
PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) menguat 42,25 persen menjadi Rp202 per saham.
2. Saham dengan Penurunan Terdalam

Sementara itu, daftar saham-saham yang mengalami koreksi paling parah atau top losers sepanjang pekan ini adalah:
-
PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) turun 31,82 persen menjadi Rp90 per saham
-
PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) terkoreksi 28,88 persen menjadi Rp165 per saham
-
PT Petrosea Tbk (PTRO) merosot 28,88 persen menjadi Rp9.175 per saham
-
PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM) ambles 25,40 persen menjadi Rp188 per saham
-
PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK) turun 21,88 persen menjadi Rp750 per saham
-
PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) terkoreksi 20,50 persen menjadi Rp256 per saham
-
PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) anjlok 20,31 persen menjadi Rp510 per saham
-
PT GTS Internasional Tbk (GTSI) turun 19,91 persen menjadi Rp370 per saham
-
PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) merosot 18,80 persen menjadi Rp108 per saham
-
PT Soho Global Health Tbk (SOHO) terkoreksi 18,64 persen menjadi Rp2.750 per saham.
3. IHSG Terkoreksi 1,37 Persen Namun Sempat Cetak Rekor Tertinggi

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan ini menunjukkan pelemahan, dengan terkoreksi sebesar 1,37 persen. Indeks utama BEI ini mengakhiri perdagangan pada level 8.951,010, turun dari posisi 9.075,406 pada pekan sebelumnya.
Meskipun demikian, IHSG sempat mencatatkan momen bersejarah dengan menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada Selasa, 20 Januari, yang ditutup pada posisi 9.134,7. Pencapaian rekor ini memberikan secercah harapan di tengah sentimen pasar yang cenderung menurun.
Sejalan dengan melemahnya IHSG, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga turut mengalami penyusutan. Tercatat, kapitalisasi pasar BEI menurun sebesar 1,62 persen, dari Rp16.512 triliun pada pekan sebelumnya menjadi Rp16.244 triliun pada akhir pekan ini.
IHSG Pekan Ini Terkoreksi 1,37 Persen tapi Sempat Cetak Rekor
Analis Pede IHSG Tembus 10 Ribu di Tengah Tensi Geopolitik Global
IHSG Cetak Rekor dan Rupiah Anjlok, Purbaya: Ada yang Aneh, Tanya BI




