
BANYU POS – – Hingga Desember 2025, jumlah investor pasar modal tercatat telah melampaui 20 juta, dengan investor saham mencapai sekitar 8,5 juta Single Investor Identification (SID). Meski demikian, tingkat penetrasi investor saham masih relatif rendah dan sebagian besar masih terpusat di Pulau Jawa.
Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Utama PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur), Sander Parawira, menegaskan bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar. Menurutnya, potensi pasar modal Indonesia terus menunjukkan ruang pertumbuhan yang sangat besar, khususnya pada investasi saham.
“Kami ingin menyediakan akses inklusif bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia untuk bisa mulai berinvestasi saham dengan lebih percaya diri, transparan, dan terarah. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen Makmur untuk menjadi platform investasi yang mendukung Smart Wealth Building Made Simple,” kata Sander di Jakarta, Senin (26/1).
Sejalan dengan ini, Makmur resmi memperkenalkan fitur investasi saham di dalam aplikasi Makmur. Peluncuran ini bertepatan dengan pembukaan perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi kedua.
Melalui fitur saham ini, pengguna tidak hanya dapat melakukan transaksi jual beli saham, tetapi juga mengakses portofolio terkurasi yang disusun oleh para ahli, termasuk Financial Advisor serta mitra Manajer Investasi yang telah melalui proses seleksi ketat oleh Makmur.
Chief Investment Officer Makmur, Stefanus Dennis Winarto, menjelaskan bahwa pengembangan fitur saham di aplikasi Makmur didasarkan pada pemahaman terhadap berbagai tantangan yang kerap dihadapi investor ritel.
“Kami melihat banyak investor membutuhkan lebih dari sekadar fitur jual beli saham. Mereka membutuhkan panduan, transparansi, dan alat bantu analisis. Karena itu, Makmur menghadirkan fitur-fitur yang jarang ditemukan di aplikasi lain, seperti order book analysis, broker flow, broker distribution, hingga curated portfolio, agar investor bisa mengambil keputusan dengan informasi menyeluruh,” ungkap dia.
Melalui fitur saham ini, Makmur menghadirkan pengalaman berinvestasi yang lebih komprehensif bagi investor ritel. Pengguna dapat melakukan transaksi saham baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang, melalui pilihan day trading maupun regular trading.
Untuk investor yang ingin memaksimalkan strategi, Makmur juga menyediakan fasilitas trading limit (buying power) yang memungkinkan pembelian saham tertentu dengan dukungan pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari sisi pengelolaan transaksi, Makmur melengkapi aplikasinya dengan beragam opsi advance order yang membantu investor merencanakan strategi secara lebih matang. Investor dapat menempatkan instruksi beli atau jual saham pada harga terbaik pasar, pada harga tertentu, maupun menggunakan mekanisme pemicu otomatis saat harga mencapai level tertentu.
Bahkan, tersedia pula fitur trailing stop yang memungkinkan perlindungan keuntungan ketika harga saham bergerak turun dari titik tertingginya. Seluruh instruksi ini dapat disesuaikan durasi berlakunya, baik hanya untuk satu hari perdagangan maupun dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih berbasis data, aplikasi Makmur juga menyediakan order book analysis yang menampilkan dinamika permintaan dan penawaran saham secara real-time.
Selain itu, investor dapat memantau aktivitas transaksi broker melalui berbagai informasi pendukung, mulai dari ringkasan transaksi, aliran jual beli, hingga distribusi akumulasi atau distribusi saham oleh broker tertentu. Fitur ini membantu investor memahami pergerakan pasar secara lebih mendalam.
Tak hanya berfokus pada transaksi, Makmur juga menghadirkan curated portfolio, yakni portofolio saham yang disusun dan dikurasi oleh para ahli, termasuk Investment Advisor dan Manajer Investasi yang telah diseleksi secara ketat. Melalui pendekatan ini, investor tidak hanya memperoleh sarana jual beli saham, tetapi juga panduan dan referensi strategis untuk membangun portofolio secara lebih terarah.




