
BANYU POS JAKARTA. Pasar waran terstruktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) terus tumbuh subur. Ini tercermin dari pertumbuhan nilai transaksi dan jumlah waran terstruktur yang diterbitkan sepanjang 2025.
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengatakan kinerja waran terstruktur sepanjang 2025 lalu menunjukkan peningkatan yang sangat positif.
Dari sisi penerbitan, terdapat 674 seri waran terstruktur baru yang diterbitkan sepanjang 2025. Ini meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 495 seri waran dari lima penerbit.
Target SBN Ritel 2026 Hingga Rp170 T Dinilai Realistis, Ini Katalis Penopangnya
“Namun pertumbuhan paling signifikan terlihat pada aktivitas transaksi, yang mencerminkan minat dan likuiditas pasar yang semakin tinggi,” katanya kepada Kontan, Rabu (28/1/2026).
Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) pada 2025 meningkat menjadi Rp 10 miliar per hari. Ini naik lebih dari 3 kali dibandingkan posisi 2024 yang sebesar Rp 2,9 miliar per hari.
Jeffrey bilang di tengah fluktuasi pasar saham, ada peluang bagi produk waran terstruktur karena produk ini memungkinkan investor untuk memanfaatkan momentum pergerakan harga, baik saat pasar bullish maupun bearish.
Sejak awal tahun sampai dengan 27 Januari 2026, total transaksi waran terstruktur telah menembus Rp 904 miliar dengan RNTH sebesar Rp 50,3 miliar, yang meningkat empat kali lipat dari angka akhir 2025.
“Angka ini menunjukkan bahwa pemahaman investor dalam memanfaatkan produk waran terstruktur sebagai instrumen trading maupun hedging sudah semakin matang,” jelas Jeffrey.
Untuk terus mendorong pasar waran terstruktur, lanjut Jeffrey, BEI berencana meluncurkan informasi Waran Terstruktur yang lebih komprehensif web BEI sehingga investor dapat melakukan analisis dengan lebih mudah dan akurat.
“Selain itu kami juga akan mendorong program literasi di berbagai daerah, bekerja sama dengan kantor perwakilan BEI dan Anggota Bursa,” ucapnya.
Penyesuaian Tarif Tol Bisa Pacu Kinerja Jasa Marga (JSMR), Ini Rekomendasi Sahamnya
PT RHB Sekuritas Indonesia, sebagai salah satu anggota bursa penerbit memandang optimistis perkembangan produk waran terstruktur masih punya peluang untuk bertumbuh di 2026.
AVP Sales and Marketing Equity Derivatif RHB Sekuritas Triana Anggraini mengatkan potensi pasar waran terstruktur pada tahun ini masih tetap menarik dan berpeluang tumbuh dibandingkan tahun sebelumnya.
Pertama, dari sisi transaksi dan minat investor, pasar waran terstruktur di Indonesia menunjukkan tren peningkatan, baik dari sisi volume maupun frekuensi transaksi.
Kedua, volatilitas pasar justru dapat menjadi katalis positif. Triana menjelaskan dalam kondisi pasar yang bergejolak, waran terstruktur kerap dimanfaatkan investor karena memiliki karakteristik leverage.
Ketiga, inovasi produk dan edukasi investor terus berkembang. Keempat, Keempat, secara global, outlook industri structured products juga cenderung positif.
“Meski demikian, risiko tetap perlu menjadi perhatian utama. Waran terstruktur memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi akibat efek leverage, risiko jatuh tempo, serta sensitivitas terhadap pergerakan harga saham underlying,” kata Triana.
Oleh karena itu, Triana mengingatkan pemahaman produk dan manajemen risiko tetap menjadi kunci bagi investor. Untuk 2026, RHB Sekuritas berencana untuk menerbitkan sekitar 150 seri waran terstruktur.
Begini Target Produksi Migas dan Listrik Medco Energi (MEDC) di 2026!




