Matahari Putra (MPPA) akan rights issue 24 miliar saham baru, ini peruntukan dananya

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), entitas ritel terkemuka dari Lippo Group, bersiap melaksanakan aksi korporasi strategis berupa penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Langkah ini dirancang untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis perseroan.

Advertisements

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada Kamis, 19 Februari 2026, MPPA berencana menerbitkan sebanyak 24 miliar saham baru. Saham-saham ini memiliki nilai nominal Rp 50 per lembar, berasal dari portepel perusahaan, dan akan dicatatkan secara resmi di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai regulasi yang berlaku. Respons pasar terhadap pengumuman ini cukup positif; hingga pukul 14.47 WIB, harga saham MPPA tercatat melonjak 9,43% mencapai level Rp 58 per saham, menunjukkan optimisme investor.

Keberhasilan rights issue MPPA ini juga didukung penuh oleh PT Multipolar Tbk (MLPL), yang merupakan pemegang saham utama perseroan. MLPL menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh HMETD yang menjadi haknya dalam Penawaran Umum Terbatas (PUT) VIII ini. Mirtha Sukanto, Corporate Secretary MPPA, menjelaskan bahwa skema alokasi saham baru tersebut akan memprioritaskan pemegang saham yang melakukan pemesanan tambahan apabila terdapat sisa saham yang tidak diambil.

Trimegah (TRIM) Rilis Obligasi untuk Modal Pembiayaan Repo Rp 250 Miliar

Advertisements

Lebih lanjut, jika setelah alokasi kepada pemesan tambahan masih terdapat sisa saham yang belum terserap, MLPL akan berperan sebagai Pembeli Siaga. Dengan posisi ini, MLPL bersedia mengambil sebagian sisa saham tersebut secara tunai, dengan jumlah maksimal hingga 7.566.400.000 lembar saham, memastikan kelancaran proses penambahan modal ini.

Dana segar yang diperoleh dari aksi rights issue MPPA ini akan digunakan untuk serangkaian akuisisi properti strategis yang menopang rencana pengembangan usaha perseroan. Rincian properti yang akan diakuisisi meliputi:

  • Pertama, pembelian bangunan seluas 16.138 meter persegi di Mall City of Tomorrow, Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 288, Kelurahan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya, Jawa Timur. Properti ini diakuisisi dari pihak afiliasi, PT Citra Cito Perkasa.
  • Kedua, akuisisi lahan seluas 6.704 meter persegi beserta bangunan seluas 15.848 meter persegi di Jalan Veteran No. 01, Kelurahan Sidomoro, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, milik PT Panca Megah Utama.
  • Ketiga, pembelian lahan seluas 8.001 meter persegi dan bangunan seluas 26.657 meter persegi yang berlokasi di Jalan Sholeh Iskandar, Desa Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat, dari PT Surya Asri Lestari.
  • Keempat, pengambilalihan lahan seluas 1.658 meter persegi dan bangunan seluas 5.382 meter persegi di jantung kota Yogyakarta, tepatnya Jalan Malioboro No. 11 A, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Daerah Istimewa Yogyakarta. Properti ini sebelumnya dimiliki PT Nusa Malioboro Indah.
  • Kelima, pembelian lahan industri seluas 38.169 meter persegi di Kawasan Industri Graha Balaraja, Jalan Raya Serang Km. 27, Kelurahan Sukamurni dan Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, dari PT Balaraja Sentosa.
  • Keenam, akuisisi tambahan lahan seluas 2.056 meter persegi dan bangunan seluas 1.659 meter persegi di Jalan Kapten Muslihat No. 14, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat, yang juga berasal dari PT Surya Asri Lestari.

Saham Valuasi Murah Ini Jadi Incaran Investor, Cek Pilihan Sahamnya dari IDX Value30

Mirtha Sukanto menambahkan bahwa sisa dana yang terkumpul dari aksi HMETD ini akan dialokasikan untuk kebutuhan modal kerja perseroan serta penyertaan modal kepada entitas anak. Langkah ini krusial guna mendukung keberlangsungan operasional dan mendorong pengembangan usaha lebih lanjut.

Advertisements

Also Read

Tags