BANYU POS – JAKARTA. Prospek sektor minyak dan gas (migas) diprediksi tetap menjanjikan hingga tahun 2026, didorong oleh dinamika harga komoditas global dan sentimen geopolitik yang terus berkembang. Para analis telah mengidentifikasi beberapa emiten dengan potensi pertumbuhan yang menarik, menawarkan rekomendasi investasi bagi para pelaku pasar yang ingin mengambil bagian dalam momentum positif ini. Simak ulasan komprehensif mengenai saham-saham pilihan di sektor migas.
1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
Medco Energi Internasional membuat langkah strategis pertamanya ke pasar Malaysia melalui kontrak bagi hasil produksi (PSC) Cendramas. Dalam kemitraan dengan EnQuest, spesialis aset tahap akhir, MEDC berfokus pada optimalisasi nilai dari ladang-ladang yang sudah matang dan menghasilkan arus kas. Pendekatan ini merupakan strategi “panen” dengan risiko rendah bagi MEDC. Perseroan berupaya memanfaatkan infrastruktur yang sudah mapan untuk menjaga tingkat produksi dan menghasilkan arus kas bebas yang stabil, didukung oleh ketentuan fiskal yang berpotensi menguntungkan, alih-alih mengejar eksplorasi dengan risiko tinggi.
Data PDB AS Melemah, Begini Proyeksi Rupiah untuk Senin (23/2/2026)
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 2.500
Hasan Barakwan, Maybank Sekuritas (riset 12 Februari 2026)
2. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
Energi Mega Persada telah mengumumkan penemuan gas signifikan di Struktur East Walanga (EWL-1), dengan laju aliran mencapai 25-36 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) dan aliran terbuka absolut sebesar 120 MMSCFD. Penemuan ini secara kuat mengkonfirmasi potensi komersial yang besar. ENRG berencana untuk melanjutkan pengeboran guna mengubah penemuan ini menjadi cadangan yang dapat dicatat, serta memperluas eksplorasi di dalam Blok Sengkang. Produksi gas tambahan yang diharapkan dari pengembangan ini diproyeksikan akan memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perseroan di masa mendatang dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 2.000
Sukarno Alatas, Kiwoom Sekuritas Indonesia
IHSG Melemah, Intip Saham-Saham yang Banyak Diborong Asing Sepekan Terakhir
3. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
Rukun Raharja mencatatkan pendapatan sebesar US$ 196 juta pada kuartal ketiga tahun 2025, menunjukkan peningkatan solid 3,4% secara tahunan (yoy). Kenaikan ini terutama didorong oleh penjualan gas yang kuat, pendapatan sewa kendaraan yang stabil, serta tambahan aliran pendapatan dari kontrak EPC berkat akuisisi Hafar Group. Melalui anak perusahaannya, Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), RAJA telah dikonfirmasi sebagai pemenang lelang dalam proses penjualan saham SMS Development Limited (SMSDL). SMSDL memegang kepemilikan tidak langsung sebesar 20% di Husky-CNOOC Madura Limited (HCML). Dengan asumsi penyelesaian transaksi pada tahun fiskal 2025 dan persetujuan regulasi yang telah diperoleh, akuisisi ini diperkirakan akan mulai tercermin dalam kinerja konsolidasi RAJA sejak kuartal pertama tahun 2026, memperkuat posisi perusahaan di sektor energi.
Rekomendasi: Buy
Target harga: Rp 7.900
Irsyady Hanief, Henan Putihrai Sekuritas (riset 4 Desember 2025)
4. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
Raharja Energi Cepu tengah memposisikan diri untuk ekspansi jangka panjang yang progresif melalui strategi akuisisi multi-horizon ke depan. Dalam rentang jangka pendek (1–3 tahun), RATU akan memprioritaskan investasi non-operasional. Fokus utamanya adalah mengakuisisi PSC besar yang saat ini belum diungkapkan, tanpa memikul tanggung jawab operasional. Selama fase ini, RATU akan berperan sebagai pemegang saham partisipan, mengalokasikan modalnya untuk mengamankan saham strategis pada PSC-PSC utama, sambil secara efektif meminimalkan beban tanggung jawab operasional. Strategi ini memungkinkan RATU untuk memperluas portofolio aset tanpa mengambil risiko operasional langsung yang tinggi.
Rekomendasi: Speculative Buy
Target harga: Rp 20.000
Juan Harahap, Samuel Sekuritas Indonesia (riset 2 Desember 2025)




