
BANYU POS – JAKARTA. Kinerja saham emiten perbankan berkapitalisasi besar, atau yang sering dikenal sebagai big banks, ditutup kompak di zona merah pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) hari Jumat, 27 Februari 2026, hingga penutupan pukul 16.00 WIB. Sentimen negatif ini menyelimuti pasar, menarik perhatian para investor terhadap performa saham-saham unggulan sektor finansial.
Empat bank utama yang menjadi pilar utama perbankan nasional, yakni Bank Central Asia Tbk. (BBCA), Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), secara serentak menghadapi tekanan jual yang signifikan. Tekanan ini terasa kuat sepanjang kurang lebih tujuh jam perdagangan sejak pembukaan pasar, menandai hari yang penuh tantangan bagi saham-saham perbankan papan atas.
Dari keempat raksasa perbankan tersebut, saham BBCA tercatat mengalami penurunan harga terdalam, menjadikannya sorotan utama di kalangan pelaku pasar. Sementara itu, saham BMRI menunjukkan pelemahan yang paling terbatas, mengindikasikan ketahanan yang relatif lebih baik di tengah gelombang koreksi yang melanda sektor ini.
BBCA Turun Terdalam
Pada penutupan perdagangan pukul 16.00 WIB, saham Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengakhiri sesi di level Rp 7.175 per saham. Angka ini merefleksikan koreksi signifikan sebesar 1,71% jika dibandingkan dengan harga penutupan pada hari sebelumnya. Sepanjang hari perdagangan, saham BBCA sempat menyentuh level tertinggi di Rp 7.275, namun momentum kenaikan tersebut tidak mampu dipertahankan, dan harga terus tertekan hingga penutupan sesi.
IHSG Ditutup Stagnan di 8.235 pada Jumat (27/2), INCO, NCKL, AMMN Top Gainers LQ45
BMRI Melemah Tipis
Berbeda dengan BBCA, saham Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menunjukkan ketahanan yang lebih baik, meskipun tetap ditutup melemah. Saham BMRI berada di level Rp 5.275 per saham pada penutupan, terkoreksi tipis sebesar 0,94% dari penutupan Kamis, 26 Februari. Meskipun sempat bergerak menguat dan mencapai level tertinggi Rp 5.350, BMRI tidak dapat mempertahankan momentum positif tersebut hingga akhir sesi perdagangan.
BBRI dan BBNI Ikut Terkoreksi
Gelombang koreksi juga menyeret saham Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) ke zona negatif. Saham BBRI ditutup pada level Rp 3.910 per saham, menunjukkan penurunan sebesar 1,01% dibandingkan dengan harga penutupan hari sebelumnya. Senada, saham Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) juga tak luput dari tekanan jual. BBNI ditutup di harga Rp 4.400 per saham, melemah 1,35% jika dibandingkan posisi penutupan Kamis, 26 Februari.
Secara keseluruhan, kinerja empat bank berkapitalisasi besar di Indonesia pada perdagangan hari ini secara kompak menunjukkan tren penurunan yang merata. Tekanan jual yang dialami sektor perbankan ini, meskipun dengan intensitas yang bervariasi antar emiten, menandai hari yang kurang menguntungkan bagi investor saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia.




