
BANYU POS – JAKARTA. Industri kripto global masih dihantui oleh tren bearish yang berkepanjangan. Sejak awal tahun, pergerakan harga aset, terutama altcoin, tampak terbatas akibat tekanan likuiditas dan sikap wait and see dari para investor. Analis Reku, Fahmi Almuttaqin, mengungkapkan bahwa di tengah kondisi pasar kripto yang lesu ini, prospek altcoin hingga tahun 2026 masih diselimuti ketidakpastian yang tinggi.
Fahmi Almuttaqin menjelaskan, “Dengan potensi likuiditas pasar kripto yang semakin ketat, proyek-proyek altcoin mungkin akan menghadapi tantangan operasional dan pengembangan yang lebih besar. Hal ini tentu saja dapat memengaruhi potensi pergerakan harga altcoin ke depannya.” Pernyataan ini disampaikannya kepada Kontan pada Jumat (27/2/2026), menyoroti kompleksitas situasi yang ada.
Meskipun demikian, Fahmi juga melihat adanya beberapa katalis positif yang berpotensi menopang pasar kripto. Salah satu faktor krusial adalah tren adopsi altcoin berkapitalisasi besar melalui instrumen exchange traded fund (ETF). Ini menandakan semakin luasnya penerimaan aset kripto di kalangan investor mainstream. Selain itu, pencapaian fundamental seperti pengembangan jaringan, peningkatan utilitas, serta ekspansi ekosistem juga dinilai sebagai pilar penting yang dapat mendorong pemulihan harga altcoin di masa mendatang.
Poundsterling (GBP) Merosot, Kepemimpinan PM Starmer Terancam
Fahmi menambahkan bahwa fase bearish sering kali berfungsi sebagai momentum “seleksi alam” bagi proyek-proyek kripto. Altcoin dengan fundamental yang lemah berpotensi tersingkir, sementara proyek yang mampu bertahan justru berpeluang besar untuk menjadi pemain esensial dalam lanskap industri kripto berikutnya. “Di sinilah letak peluang bagi investor jangka panjang untuk mengeksplorasi potensi di berbagai sektor kripto. Proyek yang mampu bertahan biasanya akan menjadi bagian penting dalam membentuk masa depan industri kripto,” ujarnya.
Ia mencontohkan, pada siklus sebelumnya, sektor-sektor seperti ekosistem Bitcoin, ICO Ethereum, DeFi, NFT, memecoin, hingga stablecoin pernah memimpin reli bullish. Menurut Fahmi, sektor-sektor tersebut masih memiliki peluang yang lebih kuat untuk bertahan dibandingkan proyek baru yang belum teruji. Namun, ia juga mengingatkan bahwa dalam setiap siklus bullish, biasanya akan muncul sektor baru sebagai motor penggerak utama pasar kripto. “Ke depan, sektor AI, RWA (real world assets), atau inovasi baru lainnya berpotensi memimpin reli berikutnya. Biasanya sektor yang menawarkan nilai nyata dan utilitas jelas bagi pengguna akan memiliki potensi terbesar,” pungkasnya.
Masa Depan Tembaga: Rencana Lima Tahun China Kunci Penggerak Harga




