Rekomendasi saham ritel 9 Maret 2026: MIDI, MAPA, MAPI, hingga ACES masih prospektif

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA – Di tengah tantangan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih di awal tahun, sektor ritel Indonesia justru menunjukkan tanda-tanda ketahanan yang menjanjikan. Sejumlah saham emiten ritel terkemuka diproyeksikan masih mampu membukukan pertumbuhan kinerja positif sepanjang tahun 2026.

Advertisements

Prospek cerah ini ditopang oleh berbagai katalisator kuat. Mulai dari ekspansi portofolio merek yang inovatif, pertumbuhan penjualan gerai yang sama atau Same Store Sales Growth (SSSG) yang solid, hingga penguatan strategi penjualan omnichannel yang semakin terintegrasi. Faktor-faktor fundamental ini diharapkan menjadi pendorong utama kinerja para pemain kunci di industri ritel.

Beberapa emiten ritel yang dinilai memiliki potensi menonjol antara lain PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES). Kinerja mereka pada tahun ini menjadi sorotan utama para investor dan pelaku pasar.

Rupiah Melemah Dekati Rp 17.000 per Dolar AS, Simak Proyeksinya Senin (9/3)

Advertisements

Menyikapi potensi ini, para analis pasar pun telah mengeluarkan rekomendasi saham sektor konsumer yang dianggap menarik untuk dicermati. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai rekomendasi saham sektor ritel yang patut dipertimbangkan untuk perdagangan Senin (9/3/2026).

1. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)

MIDI menunjukkan ambisi kuat untuk memperluas jaringannya. Emiten ritel ini berencana membuka 200 gerai baru sepanjang tahun 2026, sebuah peningkatan signifikan dibandingkan dengan 152 gerai yang berhasil dibuka pada tahun sebelumnya. Komitmen ekspansi ini tidak hanya terbatas pada kuantitas, melainkan juga mencakup perluasan jangkauan bisnis ke provinsi-provinsi baru di luar Pulau Jawa.

Kinerja keuangan MIDI juga patut diperhitungkan. Hingga September 2025, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp 591 miliar, mencerminkan pertumbuhan solid 27% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Angka ini telah mencapai sekitar 78% dari target internal perusahaan dan 79% dari konsensus analis Bloomberg.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 550

Analis: Christy Halim (BRI Danareksa Sekuritas)

2. PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)

MAPA konsisten memperkaya portofolio merek fesyennya, salah satunya dengan memperkenalkan Sam Edelman, merek alas kaki internasional kenamaan dari Amerika Serikat, ke pasar Indonesia. Ini menunjukkan strategi perusahaan dalam menangkap segmen pasar premium.

Tak hanya itu, melalui merek Golf House, MAPA juga aktif memperkuat posisinya di tengah pertumbuhan industri golf nasional. Perusahaan mengidentifikasi adanya momentum positif yang berlanjut pada kuartal I 2026, terutama didorong oleh faktor musiman dan performa kuat dari merek-merek alas kaki unggulan seperti New Balance, Hoka, Skechers, dan Foot Locker.

Secara finansial, MAPA mencatatkan performa impresif. Dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, pendapatan bersih perusahaan mencapai Rp 13,9 triliun, tumbuh signifikan 12,3% secara tahunan. Laba bersih juga menunjukkan peningkatan, mencapai Rp 1,16 triliun, melampaui Rp 1,10 triliun yang tercatat pada periode yang sama tahun 2024.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 600

Analis: Muhammad Wafi (Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia/KISI)

Arus Kas Emiten Aguan Turun Kala Laba Naik di 2025, Simak Rekomendasi Sahamnya

3. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI)

MAPI diproyeksikan akan mempertahankan kinerja yang kokoh, didukung oleh strategi ekspansi gerai yang agresif serta performa kuat dari segmen Active dan Fashion. Pendekatan promosi yang terukur untuk merek-merek ternama seperti Inditex dan Marks & Spencer turut berkontribusi signifikan terhadap pencapaian perusahaan.

Perusahaan juga terus memperkaya lini fesyen premiumnya dengan kehadiran Abercrombie & Fitch (A&F), merek fesyen gaya hidup asal Amerika Serikat yang kini merambah pasar Indonesia. Diversifikasi portofolio ini menambah daya tarik MAPI di segmen pasar kelas atas.

Prospek pertumbuhan MAPI semakin cerah dengan antisipasi peluncuran iPhone 17 pada kuartal IV 2025, yang diharapkan mendongkrak penjualan. Selain itu, pemulihan kinerja anak usaha di segmen ritel juga menjadi faktor penopang yang krusial.

Dari sisi keuangan, selama periode Januari–September 2025, MAPI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,37 triliun, naik 5,75% dibandingkan Rp 1,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga melonjak 8,76% secara tahunan, mencapai Rp 30,03 triliun.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 1.500

Analis: Christofer Kojongian (Sucor Sekuritas)

4. PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES)

ACES mengambil langkah proaktif dalam memperkuat strategi digitalnya. Perusahaan gencar melakukan live streaming selama 12 jam setiap hari di platform e-commerce terkemuka seperti Shopee dan TikTok, sebagai upaya meningkatkan penjualan daring. Ambisi ini semakin ditingkatkan saat periode Ramadan, di mana ACES berencana untuk menyelenggarakan live streaming sepanjang hari guna memaksimalkan daya saing di ranah digital.

Secara operasional, terdapat sinyal positif dari pertumbuhan Same Store Sales Growth (SSSG) ACES yang tercatat +1% secara tahunan (YoY) per Januari 2026. Ini menandai pembalikan tren positif setelah mengalami penurunan selama sembilan bulan berturut-turut sejak April 2025.

Namun, di sisi kinerja keuangan, ACES mencatatkan laba bersih sebesar Rp 481,1 miliar pada kuartal III 2025. Angka ini menunjukkan penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang kala itu mencapai Rp 574,2 miliar.

Rekomendasi: Add

Target harga: Rp 500

Analis: Baruna Arkasatyo (CGS International)

Advertisements

Also Read

Tags