IHSG anjlok 3,05% ke 7.137 pada Jumat (13/3), DSSA, AMMN, ISAT jadi top losers LQ45

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangan Jumat (13/3/2026) dengan kinerja yang sangat tertekan, ditutup anjlok 224,90 poin atau setara 3,05% ke level 7.137,21. Penurunan signifikan ini menandai hari yang berat bagi pasar modal Indonesia, dengan kekhawatiran investor yang meluas.

Advertisements

Koreksi pasar melanda secara merata, tercermin dari dominasi saham-saham yang melemah. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 629 saham harus menelan kerugian, jauh melampaui 104 saham yang berhasil menguat, sementara 86 saham lainnya terpantau stagnan. Sentimen negatif yang kuat ini juga menyelimuti seluruh indeks sektoral.

Sektor-sektor utama tidak luput dari tekanan jual. Sektor barang baku mencatatkan pelemahan terdalam dengan penurunan 3,87%, diikuti oleh sektor infrastruktur yang melorot 3,64%, dan sektor barang konsumen siklikal yang juga tergerus 3,55%. Pelemahan yang meluas di berbagai sektor ini menunjukkan bahwa kekhawatiran investor merata di berbagai lini bisnis.

Tren negatif ini sejatinya telah terasa sejak awal perdagangan. Di sesi pertama, IHSG bahkan sempat anjlok 1,8% ke level 7.228,9, dengan beberapa saham papan atas seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) menjadi pendorong utama penurunan tersebut. Kondisi ini mengindikasikan tekanan jual yang konsisten sepanjang hari.

Advertisements

Meskipun pasar dilanda koreksi tajam, aktivitas perdagangan tetap semarak. Total volume transaksi saham di bursa mencapai 28,14 miliar saham dengan nilai total mencapai Rp 13,55 triliun. Angka ini menggambarkan tingginya minat beli dan jual, meskipun tekanan jual lebih dominan dan menyebabkan harga mayoritas saham merosot.

Di tengah badai merah yang melanda pasar saham, beberapa saham di indeks LQ45 berhasil mencuri perhatian sebagai top gainers, menunjukkan ketahanan di tengah sentimen negatif. Mereka adalah:

  1. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang menguat 3,19%
  2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan kenaikan 1,97%
  3. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang naik tipis 0,79%

Namun, daftar top losers di LQ45 menunjukkan tekanan yang jauh lebih besar dan mencerminkan kerugian signifikan yang dialami investor pada saham-saham unggulan. Saham-saham berikut mengalami koreksi drastis:

  1. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang ambles 11,47%
  2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terpuruk 10,41%
  3. PT Indosat Tbk (ISAT) dengan penurunan 6,54%

Advertisements

Also Read

Tags