Profil Michael Hartono, bos Djarum sekaligus atlet bridge yang baru meninggal

Hikma Lia

Konglomerat terkemuka dan pemilik PT Djarum, Michael Bambang Hartono, telah meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret, di Singapura. Sosok yang dikenal luas dalam dunia bisnis Indonesia ini menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 13:15 waktu Singapura di usia 86 tahun.

Advertisements

Menurut keterangan dari Corporate Communications Manager PT Djarum, Budi Darmawan, jenazah Michael Hartono direncanakan akan disemayamkan terlebih dahulu di Jakarta sebelum akhirnya dibawa pulang ke kampung halamannya di Kudus. Prosesi pemakaman dijadwalkan pada 25 Maret, meskipun waktu pastinya masih akan diinformasikan lebih lanjut.

Sepanjang hidupnya, Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Berdasarkan laporan Forbes Billionaires per 19 Maret 2026, kekayaannya diperkirakan mencapai US$17,5 miliar atau setara dengan sekitar Rp274 triliun, bahkan tercatat naik US$136 juta (0,78%) pada hari itu.

Melansir informasi dari Forbes, salah satu investasi paling signifikan Michael Hartono adalah kepemilikan saham utama di raksasa perbankan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Bersama saudaranya, R. Budi Hartono, mereka mengakuisisi kepemilikan tersebut setelah keluarga Salim kehilangan kendali atas bank ini di tengah krisis ekonomi Asia yang melanda pada tahun 1997–1998.

Advertisements

Namun, akar kekayaan keluarga Hartono sejatinya bermula dari bisnis rokok kretek Djarum. Perusahaan ini kini telah tumbuh menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Kisah sukses Djarum diawali pada tahun 1950 ketika sang ayah, Oei Wie Gwan, membeli sebuah perusahaan rokok yang bangkrut dan kemudian menamainya Djarum.

Tidak hanya terbatas pada perbankan dan tembakau, keluarga Hartono juga membangun portofolio bisnis yang sangat beragam. Mereka merambah sektor properti dengan kepemilikan sejumlah aset prestisius, termasuk Grand Indonesia di Jakarta, hingga merek elektronik terkemuka Polytron. Bahkan, Polytron berencana untuk merambah bisnis kendaraan listrik pada tahun 2025 dengan meluncurkan dua model mobil listrik di pasar domestik.

Di sektor digital, visi keluarga Hartono juga sangat progresif. Mereka berhasil membawa perusahaan Global Digital Niaga, yang merupakan pemilik platform e-commerce Blibli, untuk melantai di bursa pada tahun 2022. Aksi korporasi besar ini menjadi salah satu penawaran umum terbesar di Indonesia pada saat itu, berhasil mengumpulkan dana sekitar US$510 juta.

Di samping kesuksesan bisnisnya yang gemilang, Michael Hartono juga dikenal memiliki minat mendalam di luar dunia korporasi. Ia adalah seorang atlet bridge yang berprestasi. Prestasinya tidak main-main; ia bahkan berhasil meraih medali perunggu dan mendapatkan hadiah uang tunai dalam ajang Asian Games 2018.

Advertisements

Also Read

Tags