Wall Street naik setelah Trump tunda serangan ke jaringan pembangkit listrik Iran

Hikma Lia

BANYU POS NEW YORK – Indeks-indeks utama Wall Street mencatat penguatan signifikan pada Senin (23/3/2026). Reli pasar ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengklaim telah memerintahkan militer untuk menunda serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran, menyusul apa yang disebutnya sebagai “percakapan produktif” dengan Teheran.

Advertisements

Namun, suasana optimisme tersebut sedikit terganggu oleh bantahan dari kantor berita Iran Fars. Mengutip sebuah sumber, Fars menegaskan bahwa tidak ada komunikasi langsung maupun melalui perantara dengan Amerika Serikat. Selain itu, militer Israel juga memberikan pernyataan yang kontradiktif, mengklaim bahwa mereka sedang melancarkan serangan terhadap Iran.

Meskipun ada laporan yang saling bertentangan, pasar global menunjukkan pemulihan yang tajam pasca-komentar Trump. Indeks STOXX 600 Eropa serta harga logam mulia mengalami kenaikan tipis, sementara harga minyak global justru merosot. Penurunan harga minyak ini sering kali diinterpretasikan sebagai indikator peningkatan selera risiko investor, menandakan kecenderungan untuk berinvestasi pada aset yang lebih berisiko di tengah meredanya ketegangan. Sebelumnya, harga minyak telah diperdagangkan lebih rendah akibat ancaman serangan terhadap jaringan listrik Israel dan Iran.

Menyoroti dinamika ini, Chris Larkin, direktur pelaksana perdagangan dan investasi di E*TRADE dari Morgan Stanley, seperti dikutip Reuters, menyatakan, “Pasar terbangun dengan beberapa potensi kabar baik dari Timur Tengah pada hari Senin. Namun, kelanjutan dari setiap pemulihan kemungkinan akan membutuhkan tindak lanjut nyata di bidang geopolitik.” Pernyataan ini menggarisbawahi kehati-hatian pasar terhadap stabilitas jangka panjang yang sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik di kawasan tersebut.

Advertisements

Secara spesifik, pada Senin (23/3/2026) pukul 09:40 pagi ET, Dow Jones Industrial Average berhasil melonjak 758,78 poin atau 1,66%, mencapai angka 46.336,25. Sementara itu, indeks S&P 500 naik 1,52% menjadi 6.605,26, dan Nasdaq Composite turut menguat 383,36 poin, atau 1,77%, berada di posisi 22.033,90. Penguatan tiga indeks utama ini menunjukkan respons positif yang luas dari investor terhadap berita de-eskalasi yang disampaikan Trump.

Larkin menambahkan bahwa fokus utama pasar akan terus tertuju pada fluktuasi harga minyak dan perkembangan politik global. Sentimen ini juga tercermin pada ekspektasi kebijakan moneter. Setelah komentar Trump, investor secara signifikan mengurangi taruhan mereka terhadap kenaikan suku bunga dari Federal Reserve AS. Menurut FedWatch dari CME Group, probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan Desember kini turun drastis menjadi 24%, dibandingkan dengan lebih dari 50% sebelumnya.

Pergeseran ini kontras dengan pekan sebelumnya, di mana pasar telah mengurangi ekspektasi akan adanya pelonggaran kebijakan moneter pada tahun 2026. Hal tersebut terjadi setelah Federal Reserve mengeluarkan nada agresif, memproyeksikan inflasi yang lebih tinggi dan hanya satu kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini. Dengan demikian, pernyataan Trump kali ini memberikan sedikit kelegaan di tengah kekhawatiran ekonomi yang membayangi.

Sebagai cerminan dari meredanya kecemasan, Indeks Volatilitas CBOE, yang dikenal sebagai pengukur ketakutan Wall Street, menunjukkan penurunan. Setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam dua minggu terakhir, indeks ini kini mundur 2,03 poin menjadi 24,75. Penurunan indeks volatilitas ini mengindikasikan bahwa ketidakpastian dan kekhawatiran investor telah sedikit berkurang.

Advertisements

Also Read

Tags