Laba Bank Jago (ARTO) melonjak 115%, begini rekomendasi analis Maybank Sekuritas

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA – PT Bank Jago Tbk (ARTO) berhasil membukukan kinerja keuangan yang mengesankan sepanjang tahun buku 2025. Bank digital ini mencatat laba bersih sebesar Rp 276 miliar, melesat 115% secara tahunan (YoY) dan meningkat 6,9% dibandingkan kuartal sebelumnya (QoQ). Pencapaian ini menegaskan posisi Bank Jago sebagai salah satu pemain kunci di sektor perbankan digital Indonesia.

Advertisements

Pertumbuhan laba bersih Bank Jago ini didorong oleh peningkatan signifikan pada pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) yang melonjak 59% YoY, serta pendapatan non-bunga yang juga tumbuh kuat sebesar 57% YoY. Kenaikan ini sejalan dengan pesatnya pertumbuhan kredit dan semakin tingginya aktivitas transaksi nasabah. Meskipun demikian, peningkatan pencadangan dengan biaya kredit (cost of credit) di level 4,1% sedikit menahan laju keuntungan yang lebih tinggi.

Dari sisi efisiensi operasional, Bank Jago menunjukkan perbaikan yang sangat signifikan. Rasio biaya terhadap pendapatan (Cost to Income Ratio/CIR) berhasil ditekan menjadi 58% pada tahun 2025, membaik drastis dari 74% pada tahun 2024. Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Faiq Asad, memproyeksikan efisiensi Bank Jago akan terus meningkat, dengan CIR diprediksi turun ke 51% pada tahun 2026 dan 43% pada tahun 2027. Proyeksi ini berpotensi mendongkrak pertumbuhan laba bersih masing-masing sebesar 90% dan 84% secara tahunan.

Pada segmen penyaluran kredit, ARTO mencatatkan angka impresif dengan total kredit dan pembiayaan syariah mencapai Rp 24,3 triliun di akhir tahun 2025, tumbuh 38% YoY. Momentum pertumbuhan ini terus berlanjut hingga Januari 2026, di mana angka kredit meningkat menjadi Rp 24,5 triliun, atau naik 31,6% YoY. Data ini menunjukkan bahwa meskipun basis perbandingan semakin tinggi, pertumbuhan kredit Bank Jago tetap terjaga kuat.

Advertisements

Faiq Asad memproyeksikan, Bank Jago akan mampu mempertahankan pertumbuhan kredit sebesar 36% YoY pada tahun 2026. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi yang lebih lemah di masa depan dapat menjadi risiko terhadap keberlanjutan ekspansi kredit ini.

Di sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Jago mencapai Rp 25,9 triliun pada tahun 2025, tumbuh 38% YoY. Struktur pendanaan juga menunjukkan perbaikan, dengan rasio dana murah (CASA) meningkat menjadi 50% dari 48% pada kuartal III 2025.

Pada Januari 2026, DPK kembali tercatat Rp 25,5 triliun atau tumbuh 30% YoY, dengan rasio CASA yang semakin membaik hingga sekitar 51%. Perbaikan struktur pendanaan ini berhasil menurunkan biaya dana (Cost of Funds/CoF) menjadi 3,8% pada kuartal IV 2025, yang pada gilirannya mendorong margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) naik menjadi 8,5% dari 8,1% pada kuartal sebelumnya.

Menurut Faiq, kondisi pendanaan yang semakin solid ini akan memberikan dukungan yang lebih kuat bagi profitabilitas ARTO di masa mendatang.

Melihat prospek saham Bank Jago yang cerah ini, Maybank Sekuritas Indonesia tetap mempertahankan rekomendasi “Buy” saham Bank Jago (ARTO) dengan target harga Rp 2.600. Faiq menyatakan bahwa prospek pertumbuhan Bank Jago masih sangat solid, didukung oleh ekspansi kredit yang berlanjut, perbaikan struktur pendanaan, serta semakin jelasnya leverage operasional perusahaan.

“Momentum pertumbuhan ARTO tetap terjaga. Meskipun investasi pada teknologi, infrastruktur, dan keamanan masih signifikan, kinerja tahun buku 2025 menunjukkan bahwa pertumbuhan pendapatan mampu melampaui kenaikan biaya operasional,” jelas Faiq. Hal ini mengindikasikan kemampuan perusahaan untuk mengelola investasi demi hasil yang optimal.

Target harga Rp 2.600 tersebut mencerminkan estimasi price-to-book value (P/BV) sebesar 4,1 kali untuk tahun buku 2026. Namun demikian, Faiq mengingatkan adanya sejumlah risiko yang perlu diperhatikan investor, antara lain melemahnya konsumsi masyarakat, likuiditas yang lebih ketat dari perkiraan, serta potensi penurunan kualitas aset yang dapat memengaruhi kinerja.

Hingga akhir tahun 2026, Maybank Sekuritas memperkirakan ARTO dapat membukukan laba bersih sebesar Rp 524 miliar, dan bahkan mencapai Rp 964 miliar pada tahun 2027, mengukuhkan potensi pertumbuhan jangka panjang Bank Jago.

Advertisements

Also Read

Tags