Indeks Bisnis-27 ditutup merah hari ini (7/4), saham BRPT, MAPI & MEDC justru melaju

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA – Indeks Bisnis-27 (IB27) mencatatkan pelemahan pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (7/4/2026). Meskipun demikian, sejumlah saham unggulan seperti PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI), dan PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) berhasil menunjukkan ketahanan dengan melaju di zona hijau hingga perdagangan sore.

Advertisements

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks yang merupakan hasil kolaborasi BEI dengan Harian Bisnis Indonesia ini mencatatkan penurunan sebesar 1,53%, mengakhiri hari di level 474,33. Dari total 27 konstituen yang membentuk indeks ini, tercatat 8 saham mengalami penguatan, sementara 16 saham melemah, dan 1 saham sisanya bergerak stagnan tanpa perubahan harga.

Penguatan harga saham pada Indeks Bisnis-27 hari ini secara signifikan dipimpin oleh PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang melesat 8,55% mencapai Rp1.460. Disusul kemudian oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) dengan kenaikan 2,42% menjadi Rp1.270, serta PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang turut perkasa naik 1,88% ke level Rp1.630.

Selain ketiga emiten tersebut, saham-saham lain yang turut mencatatkan apresiasi harga meliputi PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang menguat 1,03% ke Rp9.775, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) naik 0,88% menjadi Rp5.725, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) dengan kenaikan 0,82% ke harga Rp2.460.

Advertisements

Di sisi lain, pergerakan harga saham juga diwarnai oleh aksi jual yang menekan beberapa konstituen. Pelemahan harga saham paling dalam dialami oleh PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) yang ambruk 5,25% ke Rp1.715. Selanjutnya, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) terkoreksi 4,93% menjadi Rp3.470, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) yang melemah 3,98% ke Rp2.410.

Saham-saham lain yang turut mengalami tekanan jual adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang melemah 3,57% ke Rp3.510, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun 3,44% ke Rp1.405, serta PT Astra International Tbk. (ASII) yang terkoreksi 3,28% ke level Rp5.900.

Beralih ke pasar yang lebih luas, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan menghadapi tekanan signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (7/4/2026). Sentimen negatif ini melanjutkan tren pelemahan yang terjadi pada sesi sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (6/4/2026), IHSG ditutup merosot 0,53% atau setara 37,35 poin, mengakhiri hari di posisi 6.989,43. Sesi tersebut didominasi oleh pergerakan negatif, di mana sebanyak 437 saham ditutup melemah, berbanding 264 saham yang menguat, dan 257 saham lainnya stagnan. Sepanjang hari itu, IHSG bergerak dalam rentang 6.943 hingga 7.009, dengan total transaksi mencapai 27,77 miliar saham senilai Rp15,21 triliun, serta kapitalisasi pasar sebesar Rp12.184 triliun.

Analisis tim MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini, Selasa (7/4/2026), menunjukkan bahwa dominasi tekanan jual secara teknikal menempatkan IHSG dalam fase wave (v) dari wave [c] dari wave A. Kondisi ini membuka peluang koreksi lanjutan menuju area 6.745–6.849, mengindikasikan prospek pasar yang cenderung bearish dalam jangka pendek.

Namun, MNC Sekuritas juga menyajikan skenario alternatif yang lebih optimis. Terdapat kemungkinan bahwa IHSG telah menuntaskan wave A (dengan label biru), sehingga berpotensi memasuki fase penguatan yang signifikan. Dalam skenario ini, IHSG diproyeksikan dapat bergerak menuju kisaran 7.323–7.450. “Best case IHSG sudah menyelesaikan wave A pada label biru, sehingga akan melanjutkan penguatan ke 7.323–7.450,” tulis MNC Sekuritas dalam riset terbaru mereka pada Selasa (7/4/2026).

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

: Indeks Bisnis-27 Dibuka Loyo, Saham INCO, INKP dan MEDC Masih Bertenaga

Advertisements

Also Read