Papua penuh asa, tanpa mengulang luka Sumatra | S.2 eps.14

Hikma Lia

Implementasi kebijakan B50 di Indonesia menghadirkan potensi ancaman serius terhadap kelestarian lingkungan yang patut menjadi perhatian. Proyeksi data yang dirilis oleh Satya Bumi dan Greenpeace mengindikasikan bahwa pada tahun 2039, estimasi kebutuhan lahan seluas 5,36 juta hektare berisiko tinggi memicu deforestasi berskala besar, mencakup area hingga 1,5 juta hektare hutan.

Advertisements

Meskipun kelapa sawit telah lama menjadi tulang punggung ekonomi di sektor perkebunan nasional, tata kelola komoditas yang masih jauh dari optimal ini justru menjadi titik kritis. Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam, khususnya terkait masa depan Papua, yang dikenal sebagai benteng terakhir bagi hutan primer di Indonesia. Buruknya tata kelola berpotensi mengancam ekosistem yang rapuh dan keanekaragaman hayati yang tak ternilai di wilayah tersebut.

Untuk mengupas tuntas isu krusial ini dan menjelajahi bagaimana Papua dapat menjadi titik balik penting bagi pembangunan berkelanjutan Indonesia, kami mengundang Anda dalam episode terbaru Green Talks by Katadata Green. Diskusi mendalam ini akan menghadirkan narasumber istimewa, Riezcy Cecilia Dewi dari Satya Bumi (@satya.bumi), dan akan dipandu oleh Romora Edward Sitorus (@romoraedwards). Jangan lewatkan pembahasan yang akan membuka perspektif baru mengenai masa depan lingkungan dan pembangunan di Indonesia.

Advertisements

Also Read

Tags