
BANYU POS JAKARTA — Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan eceran tumbuh sebesar 4,1% secara bulanan (month to month/MtM) pada Februari 2025, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada fase kontraksi sebesar 2,7% MtM.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menjelaskan bahwa kenaikan penjualan eceran itu lebih dipengaruhi oleh faktor musiman. Dia menjelaskan perkembangan penjualan eceran tercermin dari indeks penjualan riil (IPR), yang mana sebagian besar kelompok komoditas meningkat.
“Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Subkelompok Sandang sejalan dengan kenaikan permintaan masyarakat saat periode Ramadan,” jelas Denny dan keterangannya, Senin (13/4/2026).
: Daya Beli Kian Tertekan saat Biaya Hidup Melonjak
Sementara secara tahunan (year on year/YoY), penjualan eceran mengalami pertumbuhan sebesar 6,5%, lebih tinggi dibandingkan di 5,7% pada bulan sebelumnya. Berdasarkan kelompoknya, terjadi kenaikan bersumber dari Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (tumbuh 8,8% YoY) dan Subkelompok Sandang (4,9% YoY).
Sementara pada bulan selanjutnya atau Maret 2026, BI memproyeksikan penjualan eceran secara bulanan juga diperkirakan tumbuh sebesar 9,3% pada Maret 2026, lebih tinggi dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 4,1% MtM. Perkembangan tersebut dipengaruhi peningkatan permintaan masyarakat saat Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Sedangkan secara tahunan, pertumbuhan penjualan eceran diproyeksikan mengalami perlambatan. IPR Maret 2026 diprakirakan tumbuh sebesar 2,4% YoY, lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,5% YoY.
“Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan penjualan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, serta Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi,” ujar Denny.
Lebih lanjut, dari sisi harga, diperkirakan terjadi peningkatan tekanan inflasi pada tiga bulan yang akan datang yaitu Mei 2026. Potensi peningkatan inflasi tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Mei 2026 (157,4) yang lebih tendah dibandingkan dengan periode sebelumnya (153,9).
Sementara inflasi pada enam bulan yang akan datang alias Agustus 2026 diperkirakan akan stabil. Alasannya, IEH Agustus 2026 diprediksi sebesar 157,2, lebih rendah dari periode sebelumnya sebesar 157,1.




