
BANYU POS JAKARTA. Seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi digital, industri kripto terus bertumbuh. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2026, jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 21,07 juta.
Tren ini juga tercermin secara global, World Economic Forum mencatat sekitar 42% investor Gen Z telah memiliki aset kripto.. Hal tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap investasi digital sekaligus menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan di tengah tren tersebut.
Timothius Martin, Chief Marketing Officer (CMO) PT Pintu Kemana Saja memaparkan, sisi adopsi secara global itu ada sekitar 700 juta orang yang sudah trading atau investasi. Sekitar 1 banding 15. artinya dari setiap 15 orang di dunia satu orang sudah pernah trading atau investasi kripto.
Di Indonesia saat ini angka adopsi sekitar 21 juta orang, lebih besar dari investor saham. Jad masalahnya itu bukan adopsi, yang menjadi tantangan adalah literasi dan edukasi.
“Maka, Pintu bekerja sama dengan OJK dan universitas menggelar acara edukasi dan literasi ke kampus. Agar mahasiswa dapat memiliki pemahaman yang matang sebelum mulai berinvestasi,” kata Timo, sapaan TImothius, dalam keterangan resmi, Rabu (15/4).
Gen Z Kuasai 60% Pasar Kripto di Indonesia, Ini Alasan Mereka Agresif
Terbaru, literasi digelar di Universitas Padjajaran (Unpad) Jatinangor, Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 200 mahasiswa.
Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Rektor Unpad menyampaikan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa. “Kalau kita tidak kenal, maka ini akan menyebabkan hal-hal yang menjadi permasalahan di masa yang akan datang,” ujar Arief.
Djoko Kurnijanto, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK menyatakan, pihaknya menemui dua kondisi.. Di satu sisi investasi atau literasi keuangan ini satu masalah tersendiri.
Namun ketika didalami, ada tantangan lagi terkait dengan aset kripto. Masih terjadi gap antara literasi dengan inklusi. “Inilah yang kemudian membuat kami terus melakukan langkah-langkah bagaimana caranya supaya masyarakat yang melakukan investasi kripto i tidak sekadar ikut-ikutan,” kata Djoko.
Di tengah perkembangan industri yang cepat dan berbagai faktor global yang memengaruhi pasar, penting bagi generasi muda tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memahami investasi secara mendalam.




