BANYU POS – – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa blak-blakan menyampaikan penolakannya terhadap tawaran utang dari Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) di tengah kunjungannya ke Washington DC, pekan lalu.
Ia menegaskan Indonesia masih belum butuh utang dari luar negeri. Menurutnya, hingga saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih mampu menopang segala kebutuhan di dalam negeri.
“Ditengah-tengahnya (IMF dan World Bank) nawarin bahwa mereka sudah menyediakan uang. Ada yang bilang USD 20-30 miliar untuk memberikan bantuan ke negara yang membutuhkan. Kalau di World Bank saya diam saja, tetapi yang terakhir nawarin ‘kalau mau itu dipakai boleh’, suruh utang ke dia,” ujar Purbaya dalam Media Briefing di Kantornya, Selasa (21/4).
Helm SHOEI X-Fifteen Daijiro Rilis Warna Baru, Gaya Balap Legendaris Makin Elegan
“IMF juga sama. Saya bilang, ya itu, terima kasih atas tawarannya. Tetapi sekarang kondisi APBN kita masih bagus dan saya belum butuh itu,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Purbaya juga menyampaikan kepada IMF dan World Bank bahwa Indonesia masih punya nominal dana yang cukup banyak, yakni mencapai USD 25-30 miliar.
Bahkan Purbaya menyebut nominal anggaran yang dimiliki Indonesia jauh lebih besar daripada yang dimiliki lembaga internasional itu.
“Dan saya masih punya uang sebesar USD 25-30 miliar dolar juga yang kita pegang untuk negara sendiri. Mereka kan USD 25 miliar untuk seberapapuluh negara, kita punya USD 25 miliar sendiri. Jadi kondisi keuangan kita masih aman,” ungkapnya.
Selain menawarkan utang, Purbaya mengaku bahwa IMF dan World Bank juga turut membahas komitmen Indonesia untuk menjaga defisit APBN tidak lebih dari 3 persen.
Dalam pertemuan itu, kata Purbaya, terjadi debat seru antara rombongan Kemenkeu dengan lembaga internasional itu mengenai cara Indonesia mengatasi kenaikan harga minyak di tengah dinamika geopolitik global.
“Itu debat seru, mempertanyakan apa policy kita dan kita jelaskan seperti apa. Salah satunya yang ditanya adalah defisitnya di 3 persen, subsidinya naik, gimana cara nutupnya? Ya kita jelaskan,” tutur Purbaya.
Purbaya mengatakan salah satu cara yang dilakukan Indonesia, yakni dengan melakukan penghematan alias efisiensi anggaran di banyak sisi. Kemudian menggenjot pendapatan dari sumber daya mineral.
Dengan cara itu, lanjut Bendahara Negara, seluruh pihak tidak perlu takut dengan kondisi yang terjadi. Bahwasannya, APBN masih aman dan mampu menopang dampaknya terhadap kenaikan harga minyak.
“Kita jelasin ada penghematan sana-sini, terus ada pendapatan tambahan dari sumber daya mineral. Terus kita juga bilang nggak usah takut, kalau ada apa-apa kita masih aman,” tukas Purbaya.




