Ekspansi tambang emas jadi motor baru kinerja PTRO, cek rekomendasi sahamnya

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. Prospek kinerja PT Petrosea Tbk (PTRO) diperkirakan tetap menjanjikan hingga sepanjang tahun 2026. Emiten jasa pertambangan terkemuka ini telah secara resmi memperluas portofolio bisnisnya dengan merambah industri tambang emas di wilayah Papua Nugini, menandai langkah strategis yang patut dicermati investor.

Advertisements

Ekspansi ini menjadi babak baru dalam diversifikasi komoditas bagi PTRO, sebuah perusahaan yang sebelumnya dikenal kuat di sektor jasa pertambangan batubara. Pergeseran fokus ini ditandai dengan tuntasnya proses penawaran mengikat (binding offer) antara PTRO dan Tolu Minerals Limited pada 20 April 2026.

Melalui transaksi tersebut, Petrosea berhasil mengamankan convertible note senilai AUS$ 23,75 juta. Investasi ini tidak hanya memperkuat posisi finansial perusahaan, tetapi juga membuka lebar peluang kerja sama operasional yang menguntungkan di sektor tambang emas Papua Nugini.

Senior Research Analyst NH Korindo Sekuritas Indonesia, Axell Ebenhaezer, melihat potensi besar bagi PTRO untuk meraih kontrak jasa pertambangan dan engineering, procurement, and construction (EPC) dari Tolu. Kontrak-kontrak ini diharapkan tidak hanya untuk tambang Tolukuma, tetapi juga untuk proyek-proyek eksplorasi lainnya yang tersebar di Papua Nugini. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari fokus perusahaan untuk memperluas bisnis ke sektor tambang emas di Papua Nugini, yang sebelumnya sudah disinyalkan melalui akuisisi Heavenly Bandari Services (HBS) pada tahun lalu.

Advertisements

Penjualan Mobil Naik 54,77% di April 2026, Begini Rekomendasi Saham Astra (ASII)

Strategi ekspansi internasional ini selaras dengan visi PTRO yang memandang proyek-proyek di luar negeri sebagai motor utama pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Axell Ebenhaezer menegaskan, “Segmen tambang emas diperkirakan menjadi katalis utama pertumbuhan pendapatan PTRO dalam jangka panjang, mengingat potensi yang masih besar dan belum tergarap optimal di Papua Nugini,” seperti yang disampaikannya dalam risetnya pada 11 Mei 2026.

Senada dengan pandangan tersebut, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai bahwa ekspansi ke proyek tambang emas ini akan membuka sumber pendapatan baru yang signifikan bagi PTRO, khususnya dari layanan jasa pertambangan emas. Lebih lanjut, Nafan menjelaskan bahwa langkah ini juga memberikan peluang bagi PTRO untuk memperluas perannya sebagai kontraktor jasa pertambangan di proyek-proyek emas. Dengan demikian, perusahaan dapat mencapai stabilitas pendapatan yang lebih solid di tengah dinamika dan volatilitas sektor batubara.

Nafan menambahkan, karakteristik emas yang cenderung lebih tangguh (resilient) terhadap gejolak ekonomi global dibandingkan batubara, berpotensi besar untuk menopang margin keuntungan PTRO di masa depan. “Dengan adanya tambahan portofolio emas, margin keuntungan PTRO diproyeksikan semakin tebal karena komoditas emas relatif lebih tahan terhadap fluktuasi ekonomi global,” ungkap Nafan kepada Kontan pada Selasa (12/5/2026).

Di samping ekspansi emas, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, turut mencermati kinerja PTRO yang akan ditopang oleh sejumlah katalis positif lainnya. Pertama, monetisasi backlog dari kontrak jangka panjang yang telah disepakati dengan Freeport Indonesia dan Bara Prima Mandiri. Kedua, akselerasi segmen engineering, procurement, construction, and installation (EPCI) melalui integrasi Hafar dan Scan-Bilt, yang telah tercermin dari raihan kontrak Petronas senilai US$ 9,5 juta. Selain itu, perusahaan juga gencar memperluas ekspansi internasionalnya ke Pakistan melalui proyek engineering, procurement, and construction (EPC) bersama Reko Diq Mining Company. Pada saat yang sama, harga emas global yang masih berada di level tinggi dinilai dapat memperkuat potensi nilai konversi saham Tolu Minerals di masa mendatang.

Axell Ebenhaezer juga menyoroti potensi masuknya saham PTRO ke dalam indeks MSCI big cap sebagai salah satu sentimen positif yang dapat menopang pergerakan harga saham perseroan.

Meskipun demikian, investor perlu mencermati sejumlah risiko yang mungkin dihadapi perusahaan. Perubahan regulasi di sektor pertambangan domestik menjadi tantangan utama, terutama terkait potensi pemangkasan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) serta kenaikan pajak yang dapat mengurangi minat investasi pada proyek tambang baru. Selain itu, risiko operasional lain yang berpotensi memengaruhi kinerja perusahaan antara lain keterlambatan eksekusi proyek dan faktor cuaca ekstrem yang dapat menghambat aktivitas operasional di lapangan.

PTRO Chart by TradingView

Merujuk pada laporan keuangan perusahaan, PTRO berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 284,13 juta pada kuartal I-2026. Angka ini mencatat lonjakan impresif sebesar 84,24% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan pendapatan periode sebelumnya yang hanya sebesar US$ 154,22 juta. Sejalan dengan peningkatan pendapatan, PTRO juga sukses membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 1,39 juta, tumbuh 50,54% yoy dari US$ 920.000 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Melihat tren positif ini, Axell memproyeksikan PTRO akan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 1,27 miliar untuk tahun penuh 2026, meningkat 43% dibandingkan realisasi tahun 2025 yang sebesar US$ 886 juta. Sementara itu, laba bersih PTRO diperkirakan akan melonjak signifikan hingga US$ 68 juta pada tahun 2026, mencerminkan pertumbuhan 135,9% secara tahunan dibandingkan laba bersih US$ 29 juta pada tahun 2025.

Dengan prospek yang cerah, Axell menyarankan investor untuk melakukan buy saham PTRO dengan target harga Rp 8.000 per saham. Rekomendasi serupa juga datang dari Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, yang merekomendasikan buy saham PTRO dengan target harga Rp 6.350 per saham. Namun, dari sudut pandang teknikal, Nafan Aji Gusta masih merekomendasikan investor untuk bersikap wait and see terhadap saham PTRO, mengisyaratkan perlunya kehati-hatian dalam jangka pendek.

Advertisements

Also Read

Tags