Enam emiten ganti pengendali, dua saham ini dinilai menarik dicermati

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Dinamika pasar modal Indonesia kembali menyoroti sejumlah emiten dari berbagai sektor yang tercatat melakukan perubahan pemegang saham pengendali sepanjang kuartal II-2026. Aksi korporasi signifikan ini menarik perhatian para pelaku pasar dan memicu spekulasi tentang arah bisnis perusahaan ke depan.

Advertisements

Menurut data yang dihimpun Kontan, setidaknya ada enam emiten yang mengalami pergantian kepemilikan saham pengendali. Emiten-emiten tersebut meliputi PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Pinago Utama Tbk (PNGO), PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE), PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA), dan PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ).

Hendra Wardana, Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, menilai bahwa pergantian pengendali pada keenam emiten ini menjadi salah satu sentimen korporasi yang patut dicermati secara seksama oleh pasar. Fenomena ini seringkali menjadi indikator adanya fase transformasi baru dalam sebuah perusahaan.

Ramai Emiten Ganti Pemegang Saham Pengendali, Begini Catatan Analis

Advertisements

Secara garis besar, perubahan pemegang saham pengendali selalu dianggap sebagai sinyal kuat akan adanya restrukturisasi atau strategi baru. Hal ini bisa bermanifestasi dalam berbagai bentuk, mulai dari perombakan strategi bisnis, penguatan struktur permodalan, restrukturisasi keuangan yang lebih sehat, hingga potensi ekspansi usaha ke lini baru.

Dalam jangka pendek, sentimen semacam ini umumnya langsung memicu peningkatan volatilitas dan aktivitas perdagangan saham di bursa. Pelaku pasar cenderung melakukan revaluasi terhadap prospek emiten tersebut pasca masuknya pemegang saham baru. “Tidak jarang pula muncul aksi speculative buying karena pasar berharap pengendali baru mampu membawa arah bisnis yang lebih agresif dan lebih sehat dibanding sebelumnya,” ujar Hendra kepada Kontan, Minggu (17/5/2026) malam.

Di antara daftar emiten tersebut, MAPI menonjol sebagai salah satu yang paling menarik perhatian. Skala akuisisi yang tergolong besar pada MAPI mengindikasikan komitmen serius dari pengendali baru. Kehadiran investor asing di balik akuisisi ini juga membuka peluang besar bagi MAPI untuk mengakses jaringan bisnis dan modal internasional, yang sangat krusial dalam mendukung strategi ekspansi perusahaan di masa mendatang.

Dari perspektif sentimen pasar, saham MAPI berpotensi mengalami re-rating valuasi yang signifikan. Ini akan terjadi apabila pasar mulai melihat adanya arah transformasi bisnis yang lebih agresif, terukur, dan mampu memberikan nilai tambah. Secara teknikal, level Rp 1.305 dapat menjadi area buy on weakness yang cukup atraktif. Potensi target harga menuju Rp 1.600 terbuka lebar, terutama jika sentimen positif dan akumulasi investor terus berlanjut.

Meski demikian, investor disarankan untuk tetap memantau setiap keterbukaan informasi berikutnya dari MAPI. Hal ini penting untuk memastikan bahwa arah strategi yang dijanjikan oleh pengendali baru benar-benar terealisasi dalam kinerja fundamental perusahaan.

Emiten Ramai Buyback Saham, Tetap Cermat Sebelum Membeli

Selain MAPI, emiten MORA juga cukup prospektif untuk dicermati. Bergerak di sektor infrastruktur digital dan telekomunikasi, MORA berada di industri yang menjanjikan pertumbuhan jangka panjang. Peningkatan kebutuhan akan pusat data (data center), jaringan fiber optic, dan konektivitas digital nasional menjadi penopang utama prospek ini. Oleh karena itu, pergantian pengendali pada MORA dapat menjadi katalis positif apabila diikuti oleh ekspansi bisnis yang solid atau penguatan struktur pendanaan perusahaan.

Saham MORA dinilai masih memiliki daya tarik kuat, terutama jika perusahaan mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas di tengah tingginya kebutuhan investasi yang lazim di sektor digital. Secara teknikal, area Rp 5.125 bisa menjadi level buy on weakness yang menarik, dengan target jangka menengah menuju Rp 6.000. Kondisi ini berlaku selama tren akumulasi tetap terjaga dan tidak ada penurunan fundamental yang signifikan.

Peluang Cuan: 7 Emiten Buyback, Harga Saham Berpotensi Naik, Cek yang Layak Beli

Untuk emiten lainnya seperti DPUM, PNGO, BIKE, dan NAYZ, investor diimbau untuk lebih berhati-hati. Pendekatan agresif hanya berdasarkan sentimen pergantian pengendali semata tidak disarankan. Emiten dengan kapitalisasi pasar kecil dan likuiditas terbatas memang seringkali mengalami lonjakan harga yang signifikan setelah berita perubahan pemegang saham muncul. Namun, risiko koreksi harga juga sangat tinggi apabila lonjakan tersebut tidak didukung oleh perkembangan fundamental yang nyata dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, investor wajib mencermati beberapa faktor penting. Di antaranya adalah profil lengkap pengendali baru, sumber pendanaan di balik transaksi akuisisi, transparansi rencana bisnis ke depan, serta kemungkinan adanya aksi korporasi lanjutan seperti rights issue atau private placement. Langkah ini krusial agar investor tidak terjebak dalam pola pergerakan harga yang bersifat spekulatif jangka pendek dan tidak didukung oleh kinerja riil perusahaan.

Harga Turun 66% Setahun, Emiten Ini Beri Saham Gratis untuk Investor dengan Rasio 6:1

Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menambahkan bahwa dalam jangka pendek, sentimen pergantian pengendali memang berpotensi mengerek harga saham. Hal ini timbul dari ekspektasi pasar akan perbaikan arah bisnis, ekspansi usaha, hingga potensi masuknya lini bisnis baru. “Namun dalam jangka menengah-panjang, pasar akan selalu kembali melihat realisasi kinerja fundamental, laba, arus kas, dan eksekusi manajemen baru,” tegas Reydi.

“Jadi tidak semua pergantian pengendali otomatis menjadi katalis yang permanen,” tambah Reydi, menekankan pentingnya analisis mendalam. Bagi investor, sentimen ini sebaiknya dicermati dengan kehati-hatian maksimal. Investor disarankan untuk menganalisis rekam jejak pengendali baru, tujuan utama di balik akuisisi, valuasi saham yang relevan, serta potensi perubahan signifikan dalam model bisnis emiten di masa mendatang.

Advertisements

Also Read

Tags