Dividen Rp 2,95 T bikin harga saham ini bangkit usai tren melemah, pilih beli / jual?

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham emiten raksasa di sektor unggas, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), menunjukkan sinyal kebangkitan yang signifikan pada Kamis, 21 Mei 2026. Setelah melewati periode pelemahan sejak awal tahun, harga saham CPIN berhasil kembali menguat, didorong oleh rencana pembagian dividen tunai fantastis senilai hampir Rp 3 triliun. Lantas, di tengah momentum positif ini, apakah saham CPIN menjadi pilihan investasi yang menarik untuk dibeli, atau justru merupakan kesempatan untuk menjual? Mari kita telaah lebih lanjut.

Advertisements

Pada penutupan perdagangan Kamis lalu, harga saham CPIN ditutup di level Rp 4.270, melonjak 100 poin atau setara 2,40% dalam sehari. Kenaikan impresif ini sekaligus menghentikan tren pelemahan yang telah membayangi harga saham CPIN sejak awal tahun 2026, di mana secara akumulatif saham ini telah menyusut sebesar 270 poin atau 5,95%. Kebangkitan ini tentu membawa angin segar bagi para investor CPIN.

Pendorong utama optimisme pasar terhadap saham CPIN tidak lain adalah komitmen perusahaan untuk membagikan dividen tunai CPIN senilai total Rp 2,95 triliun kepada para pemegang sahamnya. Menurut Hadijanto Kartika, Corporate Secretary CPIN, rencana distribusi dividen untuk periode tahun buku 2025 ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 20 Mei 2026 lalu. “Total nilai dividen yang telah ditetapkan adalah Rp 2.951.640.000.000, dengan jumlah dividen per saham mencapai Rp 180,” jelas Hadijanto dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan Kamis (21/5/2026).

Dengan harga penutupan saham CPIN terbaru, dividen yield CPIN yang ditawarkan mencapai 4,2%. Angka ini terbilang sangat menarik, bahkan setara dengan dua kali lipat tingkat bunga deposito rupiah di bank umum yang umumnya berada di kisaran 2%. Ini menjadikan saham CPIN pilihan yang patut dipertimbangkan bagi investor yang mencari pendapatan pasif.

Advertisements

Bagi para investor yang tertarik untuk mengincar dividen CPIN ini, berikut adalah jadwal lengkap pembagiannya yang perlu dicatat:

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 2 Juni 2026
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 3 Juni 2026
  • Cum dividen di pasar tunai: 4 Juni 2026
  • Ex dividen di pasar tunai: 5 Juni 2026
  • Tanggal pencatatan (Recording Date): 4 Juni 2026
  • Tanggal pembayaran dividen tunai: 12 Juni 2026

Keputusan untuk membagikan dividen CPIN yang besar ini tentunya didukung oleh kinerja keuangan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk yang solid pada tahun buku 2025. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, data penting yang mendasari pembagian dividen tersebut adalah sebagai berikut:

  • Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp 5,63 triliun.
  • Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya tercatat sebesar Rp 33,96 triliun.
  • Total ekuitas perusahaan mencapai Rp 34,15 triliun.

Angka-angka ini menunjukkan fundamental perusahaan yang kuat, memberikan kepercayaan lebih bagi para investor.

Momentum positif CPIN ini tidak hanya terbatas pada tahun 2025, melainkan berlanjut dengan performa cemerlang pada awal tahun 2026. Berdasarkan laporan keuangan terkini, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 19,95 triliun pada kuartal I-2026, mencatatkan kenaikan impresif 12,7% secara year-on-year (YoY). Tak hanya itu, laba bersih perusahaan juga melonjak signifikan menjadi Rp 2,63 triliun, meningkat 15,5% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Melihat kinerja yang konsisten dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan, Alex Manoonpol, analis dari UBS Sekuritas Indonesia, merekomendasikan “buy” untuk saham CPIN, dengan target harga 12 bulan ke depan sebesar Rp 6.200 per saham. Ini semakin memperkuat argumen investasi pada saham unggas CPIN.

Advertisements

Also Read

Tags