BANYU POS – Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Provinsi Jawa Timur melaporkan alokasi signifikan untuk sektor pendidikan. Kepala Kantor Wilayah, Saiful Islam, mengungkapkan bahwa dana sebesar Rp 578,78 miliar telah diserap untuk program pembangunan sekolah rakyat di Jawa Timur.
Saiful Islam menjelaskan, jumlah tersebut merupakan bagian dari total pagu anggaran sekolah rakyat di Jawa Timur yang mencapai Rp 3,4 triliun. “Kita juga pantau di sini untuk sekolah rakyat,” ujarnya seperti dikutip pada Rabu (27/5), menandakan komitmen Kemenkeu dalam memastikan efektivitas penggunaan anggaran ini.
Secara rinci, realisasi belanja sebesar Rp 578,78 miliar ini baru mencapai 17 persen dari total pagu anggaran. Untuk tahun ini, program pembangunan sekolah rakyat tersebut difokuskan pada 18 lokasi prioritas yang tersebar di berbagai wilayah Jatim.
Ke-18 lokasi tersebut dibagi ke dalam empat paket pekerjaan untuk memastikan pemerataan dan efisiensi. Paket pertama mencakup lima lokasi strategis, yaitu Kabupaten Sampang, Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, dan Kabupaten Tuban.
Kemudian, paket kedua menargetkan empat wilayah, meliputi Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Madiun.
Sementara itu, paket ketiga dialokasikan untuk empat daerah, yakni Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Kediri, dan Kota Kediri.
Terakhir, paket keempat akan memfokuskan pembangunan sekolah rakyat di lima lokasi, meliputi Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Jember.
Saiful Islam lebih lanjut menguraikan, inisiatif pembangunan sekolah rakyat ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem. Melalui program ini, masyarakat akan mendapatkan pendidikan gratis dengan akses yang mudah, selaras dengan tujuan Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang pendidikan.
Anggaran yang telah dibelanjakan untuk program ini mencakup serangkaian tahapan penting. Saiful menyebutkan, “Belanja yang dilakukan dalam rangka untuk pembangunan program sekolah rakyat ini terdiri dari verifikasi perencanaan, pengadaan, dan konstruksi dari pembangunan sekolah rakyat itu sendiri.”
Ringkasan
Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur melaporkan penyerapan dana sebesar Rp 578,78 miliar untuk pembangunan sekolah rakyat di Jawa Timur. Jumlah tersebut merupakan 17 persen dari total pagu anggaran Rp 3,4 triliun yang disediakan. Program pembangunan tahun ini difokuskan pada 18 lokasi prioritas di Jawa Timur yang dibagi ke dalam empat paket pekerjaan.
Inisiatif pembangunan sekolah rakyat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem dengan menyediakan pendidikan gratis yang mudah diakses. Program ini juga selaras dengan tujuan Proyek Strategis Nasional di bidang pendidikan. Anggaran yang telah dibelanjakan mencakup tahapan verifikasi perencanaan, pengadaan, dan konstruksi pembangunan sekolah itu sendiri.




