Laba Erajaya ERAA Meroket 123%, 16 Analis Kompak Rekomendasikan Beli

Hikma Lia

JAKARTA – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mengawali tahun 2026 dengan performa yang sangat impresif. Perusahaan ritel terkemuka ini mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 122,7% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 452,7 miliar pada kuartal I-2026. Pencapaian ini didorong oleh tingginya permintaan terhadap smartphone premium serta momentum belanja musiman yang kuat di awal tahun.

Advertisements

Berdasarkan riset MNC Sekuritas tertanggal 22 Mei 2026, angka laba tersebut telah memenuhi sekitar 35% dari target proyeksi laba sepanjang tahun 2026. Dari sisi pendapatan, ERAA sukses membukukan penjualan sebesar Rp 22,4 triliun, yang merepresentasikan pertumbuhan signifikan sebesar 41,1% secara tahunan.

Gelar Buyback, Erajaya Swasembada (ERAA) Siapkan Dana Rp 100 Miliar

Advertisements

Analis MNC Sekuritas, Catherine Florencia M, dalam risetnya menjelaskan bahwa performa solid ini ditopang oleh carry-over demand dari peluncuran iPhone 17 pada kuartal IV-2025. Selain itu, perayaan Tahun Baru Imlek, bulan Ramadan, hingga Lebaran menjadi katalis utama yang mendongkrak penjualan produk di segmen active & lifestyle.

Segmen ponsel dan tablet tetap menjadi tulang punggung bisnis dengan kontribusi mencapai 78,6% dari total penjualan atau setara dengan Rp 17,6 triliun (tumbuh 42,7% yoy). Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan volume penjualan smartphone hingga 2,8 juta unit, dengan harga jual rata-rata (ASP) yang naik 19,5% menjadi Rp 6,2 juta per unit. Keberhasilan ini juga tecermin dari same-store sales growth (SSSG) perusahaan yang melonjak 27,5% pada kuartal pertama tahun ini, berbanding terbalik dengan kontraksi 15% pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

MNC Sekuritas menyoroti bahwa tren pasar menunjukkan konsumen kian selektif. Konsumen dari segmen menengah atas tetap menunjukkan loyalitas tinggi terhadap produk premium, sementara permintaan di segmen bawah masih berada di bawah tekanan. Hal ini terkonfirmasi dari pengiriman smartphone Apple yang naik sekitar 5% yoy, di saat pengiriman Xiaomi mengalami penurunan sekitar 19% yoy.

Selain perangkat telekomunikasi, diversifikasi bisnis ERAA di lini non-handset menunjukkan hasil positif. Penjualan produk active & lifestyle melonjak tajam 206,4% menjadi Rp 697,6 miliar, segmen komputer dan perangkat elektronik tumbuh 56,7% menjadi Rp 1 triliun, serta segmen food & nourishment meningkat 24,7% yoy.

Ekosistem digital ERAA juga semakin kokoh dengan jumlah anggota MyEraspace yang mencapai 17,5 juta pelanggan. Kenaikan nilai transaksi rata-rata anggota menjadi Rp 4,5 juta membuktikan bahwa strategi omnichannel perusahaan sangat efektif dalam menjaga loyalitas pelanggan, mendorong cross-selling, serta mengonversi penjualan dengan lebih optimal.

Erajaya (ERAA) Perkuat ESG di Tengah Lonjakan Kinerja dan Ekspansi Bisnis

Meski mencatatkan kinerja cemerlang, MNC Sekuritas memproyeksikan normalisasi pada kuartal II-2026. Hal ini dipicu oleh basis perbandingan yang tinggi pada tahun lalu serta absennya peluncuran smartphone besar setara iPhone 16 pada kuartal II-2025. Selain itu, berakhirnya momentum Lebaran diprediksi akan membuat permintaan pasar menjadi lebih moderat.

Tantangan daya beli masyarakat menengah ke bawah akibat inflasi kebutuhan pokok tetap menjadi perhatian. Namun, ketergantungan ERAA pada segmen menengah atas dan produk premium diyakini mampu mempertahankan ketahanan bisnis mereka. Fokus pada pengelolaan persediaan yang selektif juga dinilai sebagai langkah tepat untuk meredam volatilitas nilai tukar rupiah dan kenaikan harga komponen global.

Dengan prospek tersebut, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ERAA dengan target harga Rp 500 per saham. Valuasi ini mencerminkan price to earnings ratio (PER) 6,1 kali dan price to book value (PBV) 0,7 kali untuk tahun buku 2026. Di sisi lain, investor tetap perlu mencermati risiko seperti pelemahan belanja non-esensial, persaingan harga yang ketat, serta tantangan makroekonomi.

Erajaya (ERAA) Raup Laba Rp 495,6 Miliar di Kuartal I-2026, Melonjak 133%

Secara keseluruhan, MNC Sekuritas memprediksi pendapatan ERAA akan mencapai Rp 80,02 triliun dengan laba bersih Rp 1,29 triliun pada tahun 2026. Untuk tahun 2027, pendapatan diproyeksikan tumbuh menjadi Rp 85,24 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 1,45 triliun. Proyeksi ini selaras dengan konsensus analis di Bloomberg, di mana 16 dari 17 analis memberikan rekomendasi beli untuk saham ini dengan target harga rata-rata di angka Rp 537,22 per saham. Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026), saham ERAA berada di level Rp 374 per saham.

Ringkasan

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan kinerja impresif pada kuartal I-2026 dengan lonjakan laba bersih sebesar 122,7% menjadi Rp 452,7 miliar dan pendapatan naik 41,1% menjadi Rp 22,4 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya permintaan ponsel premium, keberhasilan segmen active & lifestyle, serta efektivitas strategi omnichannel melalui MyEraspace. Segmen telepon seluler tetap menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan volume penjualan yang signifikan di tengah perayaan musiman awal tahun.

Meskipun diproyeksikan akan terjadi normalisasi permintaan pada kuartal berikutnya, sebanyak 16 dari 17 analis kompak merekomendasikan beli untuk saham ERAA dengan target harga rata-rata Rp 537,22 per saham. Ketahanan bisnis perusahaan dinilai kuat berkat fokus pada segmen menengah atas dan manajemen persediaan yang selektif. Proyeksi laba bersih perusahaan untuk tahun 2026 sendiri diperkirakan mencapai Rp 1,29 triliun di tengah tantangan makroekonomi yang ada.

Advertisements

Also Read

Tags