Emiten Prajogo BREN Disebut Bakal Akuisisi Aset Geothermal di Filipiina Rp 90 T

Hikma Lia

Emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) disebut berencana untuk mengakuisisi aset geothermal di Filipina senilai US$ 5 miliar atau Rp 90,35 triliun (asumsi kurs Rp 18.068 per dolar AS).

Advertisements

Berdasarkan Stockbit Investment Research yang mengutip Bloomberg, Barito Renewables Energy telah mengajukan penawaran tunai yang tidak mengikat (non-binding cash offer) senilai lebih dari US$ 5 miliar untuk mengakuisisi perusahaan panas bumi asal Filipina, Energy Development Corp. (EDC).

“Jika ditotal dengan utang perusahaan, nilai valuasi Energy Development bisa mencapai hingga US$ 7 miliar,” kata narasumber anonim Bloomberg, dikutip Rabu (15/7). 

Advertisements

Tak hanya itu, sumber Bloomberg juga menyebut pembahasan ihwal potensi transaksi tersebut masih berlangsung dengan para penasihat keuangan. Adapun Energy Development Corp. (EDC) didukung oleh sejumlah pemegang saham besar, yakni First Gen Corp. yang merupakan konglomerasi energi terbarukan milik keluarga Lopez di Filipina, Macquarie Asset Management, serta GIC Pte. Ltd. dari Singapura.

Baca juga:

  • Tujuh Emiten Perbankan dalam Pusaran Saham HSC, dari BBHI, BNII, hingga MEGA
  • WTO Kabulkan Sebagian Gugatan RI atas Bea Anti-Dumping Asam Lemak Uni Eropa
  • Purbaya Sebut Prabowo Pantau Kondisi Ekonomi RI, Ajak Diskusi Seminggu Sekali

Penulis Katadata telah meminta konfirmasi kepada Head of Corporate Communication Barito Pacific Angelin Sumendap. Namun belum menjawab hingga berita ini ditayangkan.  Apabila menilik kinerja BREN, pendapatan perusahaan naik 9,8% secara tahunan menjadi US$ 165 juta. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) meningkat 11,4% menjadi US$ 145 juta. 

Margin EBITDA juga naik menjadi 87,6% dari 86,4% pada periode yang sama tahun lalu, seiring efisiensi operasional dan pengendalian biaya. Sementara itu, laba bersih setelah pajak tumbuh 24% menjadi US$53 juta, didukung oleh penurunan beban pendanaan.

Hingga akhir Maret 2026, total aset BREN mencapai US$3,94 miliar dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio/DER) sebesar 2,23 kali. Dari sisi operasional, BREN menyelesaikan proyek retrofit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Wayang Windu pada kuartal pertama tahun ini.

Penyelesaian proyek tersebut mengerek kapasitas terpasang panas bumi perseroan menjadi 926 megawatt (MW). BREN juga melanjutkan sejumlah proyek ekspansi, antara lain Salak Unit 7, Wayang Windu Unit 3, hingga retrofit Darajat Unit 3. Seluruh proyek tersebut ditargetkan mendorong kapasitas terpasang panas bumi BREN melampaui 1.000 MW pada akhir 2026.

Chief Executive Officer Barito Renewables Energy Hendra Soetjipto Tan mengatakan kinerja pada awal tahun ditopang oleh stabilnya produksi listrik dari aset panas bumi serta kontribusi kuat dari segmen angin, yang mencatat tingkat produksi tertinggi sejak mulai beroperasi secara komersial (COD). 

Ia juga menyebut ampungnya proyek retrofit Wayang Windu turut memperkuat fondasi operasional BREN. Sementara efisiensi biaya dan penurunan beban pendanaan menopang peningkatan margin dan laba perusahaan.

“Ke depan, kami akan terus fokus dalam mengeksekusi proyek ekspansi serta memperkuat posisi sebagai salah satu platform energi terbarukan terkemuka di Indonesia,” tulis Hendra dalam keterangannya, dikutip Rabu (15/7).

Advertisements

Also Read

Tags