Investasi asing naik, Jababeka (KIJA) mau optimalkan momentum

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) akan mengoptimalkan momentum peningkatan investasi asing Indonesia.

Advertisements

Pemerintah mencatat realisasi investasi yang masuk ke Indonesia sepanjang semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,2% YoY dan telah mencapai 49,5% dari target investasi tahun ini sebesar Rp 2.041,5 triliun. 

Dari sisi sumber modal, kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat relatif berimbang. PMA mencapai Rp 507,6 triliun, sedangkan PMDN sebesar Rp 502,9 triliun atau sekitar 49,8% dari total investasi.

Advertisements

Kinerja Emiten Properti Kawasan Industri Prospektif, Cek Saham Rekomendasi Analis

Corporate Secretary PT Jababeka Tbk Mulyadi Suganda menyatakan, realisasi investasi nasional yang telah mencapai Rp1.010,6 triliun pada semester I-2026 merupakan sinyal positif bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global. 

Jababeka pun melihat perkembangan ini sebagai katalis positif bagi pertumbuhan bisnis perseroan.

“Fokus kami adalah mengoptimalkan momentum tersebut dengan mengonversi minat investor menjadi transaksi yang terealisasi melalui penyediaan kawasan industri yang siap investasi, didukung infrastruktur dan utilitas yang lengkap serta layanan investasi yang terintegrasi,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).

Selain itu, perseroan terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah, Kementerian Investasi/BKPM, serta berbagai mitra internasional untuk menarik investasi di sektor-sektor strategis seperti data center, elektronik, kendaraan listrik (EV), logistik, dan industri berorientasi ekspor. 

Obligasi FR Menarik Dikoleksi, Ini Rekomendasi Seri untuk Investor Ritel

“Di samping kawasan industri Jababeka Cikarang, potensi pertumbuhan juga baik di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal yang terus menjadi salah satu tujuan investasi manufaktur bernilai tambah tinggi,” tuturnya.

Mulyadi bilang, KIJA juga terus menjaga fundamental bisnis melalui strategi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang.

Di sisi keuangan, Jababeka telah berhasil melakukan refinancing atas Senior Notes yang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) sebelum jatuh tempo dengan fasilitas pinjaman jangka panjang berdenominasi rupiah.

Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur utang perseroan, memperpanjang profil jatuh tempo, mengurangi eksposur terhadap risiko pelemahan nilai tukar rupiah, serta membuat risiko pembiayaan dapat dikelola dengan lebih baik.

Di sisi operasional, KIJA juga terus meningkatkan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) dari bisnis infrastruktur, seperti penyediaan listrik, air bersih, pengolahan air limbah, gas, serta berbagai layanan kawasan. 

Astra International (ASII) Dapat Restu Buyback Rp 8 Triliun, Cek Rekomendasi Sahamnya

Pendapatan ini memberikan arus kas yang lebih stabil sehingga dapat menjaga ketahanan kinerja Perseroan di tengah volatilitas ekonomi.

KIJA pun menargetkan pendapatan prapenjualan alias marketing sales sebesar Rp 3,75 triliun di tahun 2026

“KIJA tetap menerapkan disiplin dalam pengelolaan kas dan efisiensi biaya, serta terus memperluas basis investor, baik domestik maupun internasional, agar pertumbuhan bisnis tetap berkelanjutan,” paparnya.

Advertisements

Also Read

Tags