Restrukturisasi hingga 5G jadi penopang, cek rekomendasi TLKM, EXCL, dan ISAT

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Saham emiten sektor telekomunikasi layak masuk ke dalam radar yang bisa dicermati investor. Sejumlah analis masih mempertahankan pandangan positif terhadap prospek sektor ini, ditopang oleh transformasi bisnis, optimalisasi aset, hingga berlanjutnya ekspansi jaringan 5G yang diyakini dapat menopang pertumbuhan kinerja dalam jangka menengah.

Advertisements

Di antara saham yang direkomendasikan adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT). Masing-masing emiten memiliki katalis yang berbeda, mulai dari restrukturisasi dan divestasi anak usaha, monetisasi aset fiber, hingga transformasi jaringan.

Berikut rekomendasi saham sektor telekomunikasi sejumlah emiten oleh masing-masing analis untuk perdagangan Senin (20/7):

Advertisements

1. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

TLKM telah menyelesaikan target perampingan (streamlining) terhadap 10 anak usaha pada semester I-2026 sebagai bagian dari komitmen mendukung restrukturisasi BUMN yang dipimpin oleh Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengelola BUMN (BP BUMN). Sebagai bagian dari proses tersebut, TLKM telah merampungkan divestasi AdMedika dan TelkoMedika pada Juni 2026. 

Selain itu, proses pencarian mitra strategis untuk bisnis pusat data (data center) juga terus berlanjut. Mitra asing yang masuk daftar pendek (shortlist) berpotensi mengakuisisi hingga 70% bisnis tersebut, dengan target penyelesaian transaksi pada akhir tahun.

Rekomendasi: Buy

Target harga: Rp 3.950

Equity Research Analyst PT Binaartha Sekuritas, Eka Rahmawati Rahman

Harga Komoditas Masih Tinggi, Emiten Tembaga Berpeluang Raih Kinerja Positif

2. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)

EXCL berada di jalur yang tepat dalam menjalankan transformasi bisnisnya dengan memanfaatkan tambahan spektrum untuk memperluas jaringan 5G. Langkah ini diperkirakan akan meningkatkan daya saing perusahaan seiring ekspansi yang dilakukan secara bertahap dari satu kota ke kota lainnya. Kami memperkirakan faktor musiman (seasonality) pada pendapatan serta perlambatan beban penyusutan akan membuat rugi bersih EXCL menyempit menjadi sekitar Rp 182 miliar pada kuartal II-2026.

Kami menilai persaingan industri telekomunikasi masih berlangsung secara sehat. Jumlah pelanggan diperkirakan mencapai sekitar 69,7 juta, dengan average revenue per user (ARPU) sebesar Rp48.000 pada kuartal II-2026.

Rekomendasi: buy

Target harga: Rp 3.600

Analis Maybank Sekuritas, Etta Rusdiana Putra

3. PT Indosat Tbk (ISAT)

ISAT pada 2 Juli 2026 telah menyelesaikan monetisasi aset fibernya. ISAT menerima Rp 11,7 triliun dalam bentuk tunai dari penjualan 84.9% saham PT Infra Fiber Teknologi (IFT) kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT), sementara sisa 15,1% saham IFT disetorkan sebagai penyertaan non-tunai sebagai imbalan atas saham NFT senilai Rp 2,1 triliun.

Dalam jangka panjang (3-5 tahun), kami menilai ISAT akan memperoleh manfaat dari belanja modal infrastruktur yang lebih rendah serta potensi peningkatan utilisasi jaringan fiber apabila NFT berhasil menarik penyewa pihak ketiga (third- party tenants). Pada paparan kepada analis untuk 4Q25 pada 9 Februari 2026, manajemen juga menyampaikan bahwa EBITDA berulang diperkirakan akan menurun setelah dekonsolidasi IFT, meskipun dampaknya terhadap EBIT diperkirakan akan lebih signifikan akibat penerapan akuntansi sewa pembiayaan (finance lease accounting).

Rekomendasi: Add

Target harga: Rp 2.540

Research Analyst CGS International Sekuritas, Bob Setiadi

Lelang Spektrum Topang Prospek Emiten Telekomunikasi, Saham Mana Paling Menarik?

Advertisements

Also Read

Tags