Amvesindo: Kasus eFishery tak akan buat investor kabur, ini alasannya

Hikma Lia

Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia atau Amvesindo menilai kasus eFishery yang kini turut menyeret penyelidikan di Malaysia tidak akan membuat investor meninggalkan ekosistem startup Indonesia. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya mengungkapkan dana pensiun pegawai negeri Malaysia alias Retirement Fund Inc (KWAP) mengalami kerugian akibat investasi di eFishery.

Advertisements

Menanggapi perkembangan itu, Amvesindo menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

“Kami senantiasa menghormati proses yang sedang berjalan dan tidak dalam kapasitas untuk mengomentari satu entitas spesifik,” kata perwakilan Amvesindo kepada Katadata.co.id, Selasa (22/7). 

Advertisements

Meski demikian, asosiasi modal ventura itu meyakini kasus tersebut tidak akan menggerus minat investor terhadap startup Indonesia. Menurut Amvesindo, Indonesia masih memiliki fundamental ekonomi yang kuat serta pasar digital yang besar, sehingga tetap menjadi tujuan investasi yang menarik.

“Jika melihat ekosistem startup secara makro, kami meyakini minat investor terhadap startup di Indonesia tidak akan serta-merta surut. Indonesia tetap memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan pasar digital yang sangat potensial,” ujarnya.

Amvesindo menilai kasus seperti eFishery merupakan bagian dari fase pendewasaan atau maturity phase ekosistem startup nasional. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi seluruh pelaku industri untuk memperbaiki tata kelola dan meningkatkan standar kehati-hatian.

Menurut Amvesindo, ada tiga aspek yang perlu menjadi fokus ke depan. Ketiga aspek itu adalah memperkuat penerapan good corporate governance (GCG), meningkatkan kualitas due diligence dalam proses investasi, dan mendorong startup membangun fundamental bisnis dan profitabilitas yang lebih sehat.

“Alih-alih melihat ini sebagai kemunduran, Amvesindo melihat ini sebagai momentum bagi ekosistem startup Indonesia untuk naik kelas,” ujar Amvesindo. 

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Amvesindo telah meluncurkan dashboard self-assessment Maturation Map yang dapat diakses publik. Instrumen itu dirancang untuk membantu startup dan investor mengukur tingkat kematangan tata kelola perusahaan sekaligus mendorong penerapan standar GCG di industri.

Amvesindo optimistis penguatan tata kelola dan prinsip kehati-hatian justru akan meningkatkan kualitas investasi di sektor startup. Dengan fondasi bisnis yang lebih kuat, kepercayaan investor lokal maupun global dinilai akan tetap terjaga.

“Dengan tata kelola yang lebih sehat dan prinsip kehati-hatian yang lebih tinggi, kami yakin kepercayaan investor, baik lokal maupun global, akan tetap kuat dan justru lebih berkualitas di masa mendatang,” ujar Amvesindo.

Penyelidikan Malaysia

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya menyebut kasus yang menjerat startup eFishery, merupakan penipuan yang telah direncanakan atau premeditated fraud. Dugaan manipulasi laporan keuangan perusahaan strarup agritech Indonesia itu membuat dana pensiun pegawai negeri Malaysia alias Retirement Fund Inc (KWAP) kehilangan investasi senilai hampir RM 200 juta.

Pada 2023, eFishery memperoleh pendanaan Seri D senilai US$ 200 juta atau Rp 3,05 triliun (kurs rata-rata 2023 Rp 15.242 per dolar AS). Dari jumlah tersebut, sebanyak sekitar RM 194,35 juta atau Rp 853,90 miliar (kurs Rp 4.394 per Ringgit Malaysia) berasal dari investasi KWAP.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar dalam jawaban tertulis kepada parlemen Malaysia pada Rabu (16/7). Ia menjelaskan bahwa penipuan dilakukan melalui manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery, sehingga tidak hanya menyesatkan KWAP, tetapi juga sejumlah investor institusional global.

“Namun demikian, investasi di eFishery merupakan penipuan yang telah direncanakan, dan telah terjadi manipulasi laporan keuangan oleh manajemen eFishery,” kata Anwar, dikutip dari The Edge Malaysia, Kamis (16/7).

Anwar menjelaskan, keputusan investasi KWAP sebelumnya telah melalui proses evaluasi dan tata kelola sesuai prosedur. Dana pensiun tersebut juga mengandalkan laporan keuangan yang telah diverifikasi oleh auditor bersertifikat internasional.

Ia mengaku telah bertemu dengan manajemen dana pensiun pegawai negeri Malaysia alias Retirement Fund Inc (KWAP). “Saya telah bertemu dengan manajemen KWAP untuk menyampaikan bahwa mereka harus bekerja sama sepenuhnya,” kata Anwar saat menjawab pertanyaan anggota Dewan Negara, dikutip dari Kantor Berita Bernama, Senin (21/7).

Anwar mengatakan pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap dugaan penipuan maupun korupsi dalam investasi KWAP di eFishery. Karena itu, Komisi Anti Korupsi Malaysia atau MACC diminta mengusut seluruh tahapan investasi, mulai dari proses penilaian hingga persetujuan oleh dewan direksi.

Anwar yang juga menjabat Menteri Keuangan Malaysia, mengatakan laporan awal yang diterimanya belum menemukan indikasi korupsi. Namun, hal itu tidak menjadi alasan untuk menghentikan penyelidikan.

Menurutnya, MACC perlu memeriksa seluruh proses investasi. Hal ini termasuk keputusan yang diambil panel investasi dan persetujuan akhir oleh dewan direksi KWAP.

“Kita tidak bisa berkompromi terhadap penipuan atau korupsi dalam bentuk apa pun. Karena itu, seluruh proses investasi harus diperiksa,” ujarnya.

Advertisements

Also Read

Tags