Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramal naik pada perdagangan Selasa (21/7). Seiring dengan itu, analis merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), hingga PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, IHSG berpotensi bergerak naik karena sentimen untuk IHSG hari ini cenderung postif.
“Meski volatilitas masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik Timur Tengah dan ekspektasi kebijakan BI,” tulis Nafan dalam risetnya dikutip Rabu (22/7).
Adapun level support IHSG berada di level 6.261 dan 6.137, sementara level resistance di level 6.416 dan 6.546.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.
Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar sehingga laju kenaikan harga tertahan.
Nafan mengatakan, sentimen geopolitik seperti ketegangan di kawasan Timur Tengah dan kebijakan tarif baru AS masih menjadi risiko, namun untuk sementara tertutupi oleh optimisme terhadap earnings dan pemulihan saham teknologi di Bursa Wall Street.
Harga minyak Brent tetap bertahan di level tinggi di atas US$ 90 per barel di tengah kekhawatiran pasokan energi. Dengan begitu, angin segar dari Bursa Wall Street ini berpotensi memberikan dorongan eforia positif atau risk-on mode bagi bursa regional Asia pagi ini, sehingga memberikan efek positif bagi penguatan IHSG.
Selain sentimen global, rotasi arus modal ke pasar Indonesia juga menjadi katalis positif. Setelah mengalami koreksi cukup dalam sepanjang tahun, valuasi saham domestik dinilai semakin menarik bagi investor global. IHSG telah menguat lebih dari 10% sepanjang Juli dan mulai kembali menarik minat investor institusi asing.
Arus dana asing juga mulai membaik, didukung ekspektasi pasar bahwa Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini guna menjaga stabilitas rupiah. Pada perdagangan terakhir, rupiah menguat 0,33% ke level Rp 17.888 per dolar AS.
Menurut Nafan, meningkatnya transparansi pasar melalui penerapan indikator High Shareholding Concentration (HSC) oleh Bursa Efek Indonesia serta penyesuaian metodologi Extreme Price Increase (EPI) oleh MSCI turut memperkuat kepercayaan investor asing. Kondisi tersebut mendorong akumulasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan, infrastruktur dan komoditas.
Selain itu, musim laporan keuangan semester pertama 2026 diperkirakan menjadi katalis tambahan bagi pergerakan indeks. Emiten yang mampu membukukan kinerja di atas ekspektasi berpeluang menjadi motor penguatan IHSG.
Untuk perdagangan hari ini, Nafan merekomendasikan saham PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan target harga ke Rp 2.700, 3.050 DAN 3.330, PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) dengan target harga ke Rp 630, 655 dan 680. Lalu PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) dengan target harga ke Rp 254 dan 270.
Sementara itu, riset BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan IHSG secara teknikal masih berpeluang melanjutkan kenaikan dengan support di level 6.220-6.250 dan resistance di level 6.360-6.400.
“Momentum bullish masih terjaga namun setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir, potensi profit taking jangka pendek tetap perlu diwaspadai,” tulis BRI Danareksa Sekuritas.
Broker ini merekomendasikan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), INET dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA).




