Catat dana kelolaan Rp 125 triliun, MAMI memperluas produk investasi

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA.  Seiring semakin luasnya akses ke berbagai produk investasi, minat masyarakat terhadap instrumen investasi terus meningkat . Kondisi tersebut mendorong industri manajer investasi memperluas produk dan layanan untuk memenuhi kebutuhan investor yang semakin beragam.

Advertisements

Salah satu pelaku industri yang melakukan pengembangan bisnis adalah PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). Perusahaan yang beroperasi di Indonesia sejak tahun 1996 itu kini mengelola berbagai produk reksa dana dan layanan pengelolaan dana bagi investor ritel maupun institusi.

CEO dan Presiden Direktur MAMI, Afifa mengatakan, pihaknya terus mengembangkan solusi investasi bagi investor individu maupun institusi. “Perjalanan MAMI mencerminkan semangat compounding excellence, yakni terus bertumbuh melalui berbagai upaya berkelanjutan dalam mengembangkan solusi investasi yang relevan bagi investor individu maupun institusi,” ujar Afifa dalam keterangan resmi, Selasa (21/7). 

Advertisements

Saat ini MAMI mengelola 38 produk reksadana dan 70 Kontrak Pengelolaan Dana (KPD). Produk mencakup reksadana saham, pendapatan tetap, campuran, pasar uang, reksadana syariah dalam mata uang rupiah maupun dolar Amerika Serikat, serta reksadana offshore yang memberikan akses investasi ke pasar global.

Tender Sukarela Kedua Saham EDGE Diperpanjang hingga 23 Agustus 2026

Hingga Juni 2026, nilai dana kelolaan atau asset under management (AUM) MAMI mencapai Rp125 triliun. Setara sekitar 12,5% dari total dana kelolaan industri manajer investasi di Indonesia.

Dana kelolaan pada bisnis reksadana mencapai Rp 67 triliun dengan pangsa pasar sekitar 10,2%. Produk MAMI dipasarkan melalui 24 mitra perbankan dan 12 mitra nonperbankan, baik melalui platform digital maupun jaringan luring.

Pada 1 April 2026, Manulife Wealth & Asset Management menyelesaikan akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia melalui MAMI setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Proses tersebut menjadi bagian dari penguatan bisnis pengelolaan aset Manulife di Indonesia.

Selain kegiatan usaha, MAMI menjalankan sejumlah program sosial dan lingkungan, antara lain di bidang pendidikan, pembangunan infrastruktur, serta pelestarian lingkungan yang dilakukan bersama berbagai mitra.

Afifa mengatakan perusahaan akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, disiplin investasi, dan manajemen risiko dalam mengelola dana investor.

Advertisements

Also Read

Tags