Sentimen pasar masih lemah, begini strategi yang bisa dilakukan investor Bitcoin

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. Harga Bitcoin masih bergerak volatil. Tokocrypto pun menyarankan investor untuk tidak menggunakan emosi dalam berinvestasi di Bitcoin di tengah fluktuasi harga dan sentimen pasar yang masih lemah.

Advertisements

Mengutip Coin Market Cap, indeks Crypto Fear & Greed berada di level 36 yang termasuk dalam fase fear.  

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan, indeks Crypto Fear & Greed yang berada dalam fase fear, membaik dibandingkan fase extreme fear pada satu bulan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan sentimen pasar masih lemah, tetapi tekanan kepanikan mulai sedikit berkurang. 

Advertisements

“Ketika indeks Crypto Fear & Greed berada dalam fase fear, investor sebaiknya tidak langsung menganggap kondisi tersebut sebagai sinyal untuk membeli secara agresif,” ucap Fyqieh kepada Kontan, Jumat (24/7/2026). 

Konflik Timur Tengah Bebani Prospek Harga Bitcoin

Fyqieh menyampaikan strategi pertama yang dapat dilakukan investor adalah menghindari keputusan berdasarkan emosi. Fase fear sering mendorong investor menjual aset karena panik, padahal penurunan harga belum tentu menunjukkan perubahan pada fundamental jangka panjang.

Ia bilang, investor perlu kembali mengevaluasi tujuan investasi, jangka waktu, serta profil risiko masing-masing sebelum mengambil keputusan. 

Kedua, investor dapat menerapkan strategi pembelian secara bertahap melalui metode dollar cost averaging atau DCA, dibandingkan langsung menempatkan seluruh modal dalam satu waktu. Strategi ini dilakukan dengan mengalokasikan dana dalam jumlah yang sama secara berkala, sehingga investor dapat mengurangi risiko salah menentukan waktu masuk ketika volatilitas masih tinggi. 

Ketiga, tetap siapkan sebagian dana dalam bentuk kas atau stablecoin. Meskipun fase fear dapat membuka peluang akumulasi, pasar masih berpotensi mengalami koreksi lanjutan. Bitcoin saat ini masih bergerak di sekitar US$ 65.000 di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan makroekonomi, sehingga investor tidak perlu terburu-buru menggunakan seluruh modal yang tersedia. 

Keempat, prioritaskan aset dengan fundamental, likuiditas, dan rekam jejak yang lebih kuat. Dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian, aset berkapitalisasi kecil biasanya memiliki volatilitas dan risiko likuiditas yang lebih tinggi. 

“Investor juga perlu menghindari penggunaan leverage berlebihan karena pergerakan harga yang tajam dapat memicu likuidasi dalam waktu singkat,” jelas Fyqieh. 

Fyqieh melihat permintaan institusional juga mulai menunjukkan pemulihan. ETF Bitcoin spot AS sempat mencatat tujuh hari berturut-turut arus dana masuk dengan nilai mendekati US$ 1 miliar hingga 22 Juli, meskipun jumlah tersebut baru menggantikan sebagian kecil dari outflow besar yang terjadi pada Mei dan Juni.

Artinya, minat institusional mulai kembali, tetapi belum cukup kuat untuk memastikan tren kenaikan jangka panjang. 

Harga Emas Spot Naik Tipis di Akhir Pekan, Investor Cermati Konflik Timur Tengah

Fyqieh menyebut, eskalasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran menjadi risiko utama karena mendorong kenaikan harga minyak, meningkatkan tekanan inflasi, dan membuat investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto. 

“Prospek Bitcoin pada kuartal III – 2026 masih cenderung volatil, tetapi mulai menunjukkan peluang pemulihan secara bertahap,” tutur Fyqieh.

Advertisements

Also Read

Tags