Jaringan 1.226 gerai dinilai jadi modal Mr DIY (MDIY), begini rekomendasi sahamnya

Hikma Lia

BANYU POS  JAKARTA. PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) dinilai memiliki prospek pertumbuhan menarik seiring keberhasilannya membangun posisi sebagai salah satu pemain terbesar dalam bisnis modern home improvement di Indonesia. Maybank Sekuritas Indonesia memberi rekomendasi saham MDIY buy dan menetapkan target harga sebesar Rp 1.200 per saham.

Advertisements

Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Willy Goutama dalam riset pada 20 Juli 2026, menyebut MDIY telah berkembang pesat sejak berdiri pada 2017, dari posisi awal tanpa jaringan toko menjadi pemimpin pasar modern home improvement dengan sekitar 1.200 gerai di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Willy, pertumbuhan agresif tersebut dapat dicapai karena didukung oleh fundamental keuangan yang kuat. Mr DIY mampu melakukan ekspansi dalam skala besar dengan tetap mempertahankan profitabilitas, sehingga menjadikannya salah satu emiten ritel dengan daya saing yang menarik.

Advertisements

Lolos dari PKPU, Adhi Commuter (ADCP) Ungkap Strategi Saat Bisnis Properti Lesu

“Perusahaan telah melompat menjadi pemimpin bisnis modern home improvement Indonesia yang berkembang pesat, dengan 1.200 toko sejak titik awal pada 2017. Fundamental keuangan yang kuat memungkinkan perusahaan tumbuh dalam skala besar sekaligus tetap menghasilkan keuntungan,” tulis Willy dalam riset. Maybank menyebut target harga MDIY sebesar Rp 1.200 berdasarkan valuasi 19,4 kali price to earnings ratio (PER) tahun 2027, atau sekitar 0,5 standar deviasi di bawah rata-rata valuasi dua tahun sejak IPO.

Willy menilai peluang pemulihan kinerja MDIY masih terbuka setelah menghadapi tekanan pada 2025 akibat lemahnya pertumbuhan penjualan toko yang sama atau same-store sales growth (SSSG) yang dipengaruhi faktor domestik maupun global. Menurutnya, tesis pemulihan tersebut diperkuat oleh valuasi MDIY yang menarik serta kondisi keuangan yang lebih baik dibandingkan sejumlah perusahaan ritel sejenis di kawasan ASEAN.

Dalam risetnya, Willy memperkirakan penjualan MDIY dapat tumbuh dengan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 17,7% pada periode 2025-2028.

Proyeksi tersebut didukung oleh kemampuan MDIY mengembangkan konsep toko modern berukuran kecil namun tersebar luas, terutama di kawasan pinggiran kota besar serta kota-kota tier-2 dan tier-3 yang masih memiliki peluang pertumbuhan.

Model bisnis tersebut memungkinkan MDIY menjangkau konsumen dengan menawarkan produk kebutuhan rumah tangga, peralatan sehari-hari, serta barang tren dengan konsep harga terjangkau atau Always Low Prices.

Berbeda dengan sejumlah pesaingnya, Willy menilai MDIY memiliki strategi diferensiasi yang kuat dalam menangkap belanja diskresioner konsumen. Sejak berdiri pada 2017, perusahaan telah berkembang menjadi salah satu peritel home improvement terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah gerai maupun pangsa pasar.

Selain peluang pertumbuhan pasar, Maybank menilai keunggulan utama MDIY terletak pada kemampuan menjaga efisiensi biaya.

Willy menyebut MDIY memiliki margin EBIT yang kuat di kisaran 20%-22%, yang menempatkannya sebagai salah satu perusahaan ritel terbuka dengan tingkat profitabilitas menarik.

Keunggulan tersebut didukung oleh beberapa faktor, mulai dari dukungan perusahaan induk yang memberikan akses terhadap sistem pengadaan global berskala besar, hingga jaringan lebih dari 800 pemasok di China dan ASEAN.

Siap-Siap, MDIY Membagikan Dividen Perdana Besok, Jumat (10/7), Segini Jumlahnya

Dengan jaringan pemasok tersebut, MDIY mampu memperoleh produk secara lebih kompetitif dari sisi harga, termasuk pengadaan langsung dari pabrik hingga pelabuhan. Kemampuan perusahaan dalam memilih dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar juga menjadi faktor pendukung daya saing.

Selain itu, skala bisnis MDIY yang telah memiliki lebih dari 1.226 gerai memperkuat posisi tawar perusahaan dalam melakukan negosiasi dengan pemilik properti untuk mendapatkan biaya sewa yang lebih menguntungkan.

Willy memperkirakan laba bersih MDIY akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Proyeksi tahun 2026-2028 menunjukkan pertumbuhan earnings per share (EPS) dengan CAGR 18,7% sepanjang 2025-2028.

Pertumbuhan tersebut dinilai berasal dari kemampuan perusahaan menghasilkan laba berbasis kas yang kuat. Perbaikan rasio keuangan, termasuk cash-to-assets, net gearing, dan kemampuan pembayaran utang, menunjukkan kondisi neraca yang semakin sehat.

Selain itu, Maybank memperkirakan arus kas bebas atau free cash flow (FCF) MDIY akan berubah positif pada periode 2025-2028. Kondisi tersebut membuka ruang bagi perusahaan untuk memberikan dividen dengan rasio pembayaran sekitar 40%, dengan estimasi imbal hasil dividen berada di kisaran 1,9%-2,8%.

Hingga akhir 2026, pendapatan dan laba bersih MDIY masing-masing akan mencapai Rp 9,76 triliun dan Rp 1,29 triliun. Sedangkan di tahun 2027, pendapatan MDIY akan mencapai Rp 11,23 triliun dan laba bersih sebesar Rp 1,56 triliun.

Meski memiliki prospek positif, Willy tetap mengingatkan sejumlah risiko yang perlu diperhatikan investor. Risiko utama berasal dari kemungkinan pertumbuhan penjualan toko yang lebih rendah dari perkiraan, pelemahan margin kotor, serta potensi depresiasi rupiah yang signifikan terhadap mata uang asing.

Strategi Harga Murah dan Merek Milik Sendiri Jadi Penopang Kinerja MDIY

Saham MDIY turun 1,59% di Rp 930 per saham pada Jumat (24/7/2026). Sedangkan dalam lima hari saham MDIY turun 7,92%. 

Advertisements

Also Read

Tags