BANYU POS JAKARTA. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada semester I-2026 seiring dengan terus dijalankannya strategi pertumbuhan infrastruktur jangka panjang perusahaan.
Pendapatan bersih CDIA meningkat 22,8% year on year (yoy) menjadi US$ 82,1 juta pada semester I-2026. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen logistik yang mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 80,2% yoy menjadi US$ 27 juta, seiring dengan ekspansi berkelanjutan pada bisnis logistik maritim dan darat.
Pendapatan CDIA dari segmen energi juga meningkat 5,4% menjadi US$ 51,8 juta, sementara laba bruto tetap menunjukkan ketahanan dengan tumbuh 2,8% yoy menjadi US$ 19,6 juta.
Primaya Hospital (PRAY) Naikkan Kepemilikan Anak Usaha Jadi 93,91% Via Konversi Utang
CDIA juga mempertahankan profitabilitas yang kuat, dengan EBITDA meningkat 25,3% yoy menjadi US$ 31,6 juta. Margin EBITDA turut meningkat dari 37,7% menjadi 38,5%, mencerminkan kontribusi yang semakin besar dari platform infrastruktur CDIA yang terdiversifikasi.
Namun, laba bersih CDIA tercatat sebesar US$ 19,3 juta pada semester I-2026 atau turun 74% yoy secara tahunan, dengan marjin laba bersih sebesar 23,5%. Hal ini cukup dipengaruhi oleh kenaikan beban pokok pendapatan 30,9% yoy menjadi US$ 62,5 juta pada paruh pertama tahun ini.
CDIA juga mempertahankan posisi keuangan yang kuat dengan kas dan setara kas, serta surat berharga sebesar US$ 658,7 juta dan rasio utang terhadap kapitalisasi sebesar 41% per 30 Juni 2026.
“Posisi likuiditas yang kuat ini memberikan fleksibilitas keuangan untuk mendukung pengembangan proyek-proyek strategis, sekaligus menjalankan investasi secara disiplin guna meningkatkan pendapatan berulang dan berbasis kontrak,” tulis Manajemen CDIA dalam keterbukaan informasi, Rabu (29/7/2026).
Selama periode ini, CDIA mencatatkan tonggak penting melalui pelayaran perdana (maiden voyage) dan sandar perdana (maiden berthing) Novah, kapal logistik cair kimia berkapasitas 9.000 DWT yang baru dibangun bersama Usuki Shipyard. Kapal ini memperkuat kapabilitas logistik maritim CDI, meningkatkan keandalan layanan pada rute domestik dan internasional, serta mendukung pertumbuhan permintaan distribusi bahan kimia dan rantai pasok industri di kawasan.
“Kami juga memperluas bisnis di luar angkutan konvensional bahan kimia dan gas melalui investasi strategis,” lanjut Manajemen CDIA.
Dalam hal ini, CDIA menginvestasikan US$ 90 juta untuk mengakuisisi 40% kepemilikan di PT Armada Maritim Persada, sehingga memperluas kehadiran CDIA di bidang logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan. Selain itu, CDIA menginvestasikan US$ 15,5 juta untuk memperoleh 49% kepemilikan di Petrosea Services Solutions Pte. Ltd., yang memberikan akses ke basis pelanggan yang lebih luas, arus kargo yang lebih terdiversifikasi, serta potensi pendapatan dividen di masa mendatang, sekaligus memperkuat peluang pertumbuhan jangka panjang.
GoTo Gojek (GOTO) Pangkas Modal dengan Membatalkan 32,19 Miliar Saham Tresuri
Pada pilar Kepelabuhanan & Penyimpanan, PT SCG Barito Logistics menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Krakatau Bandar Samudera untuk mengeksplorasi pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, dry-container storage, dan layanan lift-on/lift-off di Krakatau International Port.
Di saat yang sama, pembangunan fasilitas penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik (m³) di Merak telah mencapai sekitar 75%, sesuai rencana untuk mulai beroperasi pada kuartal ketiga 2026.
Pada pilar Energi, CDIA terus memperluas portofolio infrastruktur berkelanjutan melalui pengembangan peluang bisnis rendah karbon.
PT Chandra Waste Energy, perusahaan anak yang dimiliki secara tidak langsung oleh CDIA, bersama mitra konsorsiumnya ditunjuk untuk melaksanakan studi kelayakan proyek waste-to-energy Danantara di Serang. Penunjukan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan bisnis pembangkit listrik berbasis pengolahan sampah serta mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi infrastruktur berkelanjutan.
Widodo Makmur Perkasa (WMPP) Bidik Dana Rights Issue Hingga Rp 635,45 Miliar
Ke depannya, CDIA tetap berfokus pada penyelesaian proyek-proyek yang tengah dikembangkan, pengoperasian aset-aset baru, peningkatan kontribusi pendapatan dari pihak ketiga, serta penempatan modal secara selektif guna memperkuat platform infrastruktur terintegrasinya. Melalui pelaksanaan yang disiplin dan alokasi modal yang prudent, CDIA berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham




