Bobot indeks 3 bank pelat merah BBRI, BBNI, BMRI turun di IDXBUMN20, kenapa?

Hikma Lia

Bursa Efek Indonesia (BEI) memangkas bobot indeks tiga bank pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di IDXBUMN20. Hasil evaluasi ini akan mulai berlaku pada 5 Agustus 2026-2 Februari 2027. 

Advertisements

IDXBUMN20 adalah indeks yang menghimpun 20 saham BUMN, BUMD, serta afiliasinya yang dinilai memiliki likuiditas tinggi dan fundamental yang kuat. Dalam menentukan konstituen ini, bursa mempertimbangkan beberapa hal seperti nilai dan frekuensi transaksi, kapitalisasi pasar free float, kinerja keuangan, kepatuhan terhadap ketentuan serta faktor-faktor fundamental lainnya.

Penurunan terbesar terjadi pada BBRI yang turun dari 16,30% menjadi 15%. Jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks juga berkurang dari 13,68 miliar saham menjadi 11,73 miliar saham.

Advertisements

BMRI juga mengalami penurunan bobot dari 15,68% menjadi 15%. Sejalan dengan itu, jumlah saham perhitungan indeks menyusut dari 9,33 miliar saham menjadi 8,32 miliar saham.

Baca juga:

  • Prabowo Naikkan Tukin Prajurit TNI, Berlaku untuk Seluruh Jenjang Jabatan
  • Dukung Transformasi BUMN, BNI Perkuat Tata Kelola Hingga Struktur Permodalan
  • Era Suku Bunga Tinggi, Pemerintah Optimistis Ekonomi Tahun Ini Masih Tumbuh 5%

Sementara itu, BBNI mencatat penurunan bobot dari 15,84% menjadi 15%. Jumlah saham yang diperhitungkan dalam indeks juga turun dari 11,14 miliar saham menjadi 9,83 miliar saham.

Pemangkasan bobot ini sejalan dengan metodologi baru BEI yang menerapkan batas maksimum bobot (cap) 15% dalam metodologi indeks IDXBUMN20 pada setiap evaluasi berkala. Dengan mekanisme tersebut, indeks tidak didominasi oleh segelintir saham berkapitalisasi besar sehingga komposisi portofolio menjadi lebih seimbang.

“Pada setiap evaluasi berkala, bobot setiap konstituen dibatasi (capped) sehingga bobot tertinggi suatu saham dalam indeks tidak melebihi 15%,” tulis manajemen BEI dalam berkas metodologi barunya dikutip Rabu (29/7).

Daftar Lengkap Evaluasi BEI terhadap IDXBUMN20:

No

Kode Emiten

Rasio Free Float

Bobot Pra Evaluasi

Bobot Pasca Evaluasi

Keterangan

1

ADHI

35,65%

0,19%

0,21%

Naik

2

AGRO

12,94%

0,19%

0,20%

Naik

3

ANTM

34,84%

10,04%

10,78%

Naik

4

BBNI

38,63%

15,84%

15,00%

Turun

5

BBRI

42,57%

16,30%

15,00%

Turun

6

BBTN

35,09%

2,41%

2,58%

Naik

7

BJBR

24,66%

0,81%

0,86%

Naik

8

BJTM

20,63%

0,64%

0,68%

Naik

9

BMRI

38,91%

15,68%

15,00%

Turun

10

BRIS

9,33%

3,17%

3,41%

Naik

11

ELSA

42,75%

0,83%

0,89%

Naik

12

JSMR

24,90%

1,98%

2,11%

Naik

13

MTEL

18,66%

2,07%

3,04%

Naik

14

PGAS

43,03%

6,45%

6,92%

Naik

15

PGEO

11,06%

1,91%

2,05%

Naik

16

PTBA

32,76%

3,60%

3,86%

Naik

17

PTPP

47,15%

0,24%

0,25%

Naik

18

SMBR

16,60%

0,11%

0,11%

Tetap

19

SMGR

48,01%

1,93%

2,04%

Naik

20

TLKM

40,38%

15,63%

15,00%

Turun

(Sumber: data BEI)

Advertisements

Also Read

Tags