BANYU POS – JAKARTA. The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga AS di kisaran 3,5–3,75% pada Rabu (29/7) waktu setempat. Ini sejalan dengan ekspektasi, meski terdapat dissenting opinion dari 3 anggota komite yang menginginkan kenaikan 25 bps. Dalam konferensi persnya, Kepala The Fed, Kevin Warsh, menyatakan kembali komitmennya untuk menurunkan level inflasi.
Edi Chandren, Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas menilai nilai tukar rupiah belum tentu akan menguat setelah The Fed mempertahankan suku bunga. Hal ini mengingat isu kredibilitas The Fed meningkatkan premi risiko secara keseluruhan dan harga minyak yang kembali tembus sekitar US$ 90/barel.
“Serta market masih menunggu siapa calon definitif gubernur Bank Indonesia,” ujar Edi dalam risetnya, Kamis (30/7/2026).
Rupiah Spot Menguat Tipis 0,01% ke Rp 18.071 per Dolar AS pada Kamis (30/7) Siang
Ekonom Universitas Andalas, Syafruddin Karimi menilai tekanan global tetap berperan melalui arah suku bunga Amerika Serikat, ketidakpastian kebijakan The Fed, dan kenaikan harga energi akibat konflik Timur Tengah. The Fed menahan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75%, tetapi tiga anggota FOMC menginginkan kenaikan 25 basis poin. Kondisi tersebut menjaga daya tarik aset dolar dan membatasi arus modal ke negara berkembang. Pada saat yang sama, kenaikan harga minyak memperbesar kebutuhan valas Indonesia sebagai negara pengimpor neto energi.
Menurut Syafruddin, tekanan terhadap rupiah dan IHSG belum mencerminkan keruntuhan ekonomi, tetapi menunjukkan kepercayaan yang rapuh. Pemerintah perlu memperjelas sumber pembiayaan, menjaga batas defisit, mengurangi perubahan kebijakan mendadak, dan memperkuat kepastian institusi. BI perlu menjaga independensi instrumen serta menunjukkan bahwa stabilitas nilai tukar tetap menjadi prioritas.
“Tanpa perbaikan kredibilitas, penguatan aset domestik hanya akan bersifat sementara, sedangkan premi risiko tetap tercermin pada kurs, yield, dan valuasi saham,” terang Syafruddin.
Mengutip Bloomberg Kamis (30/7/2026) pukul 12.37 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,04% ke Rp 18.080 per dolar AS. Sebelumnya pada Rabu (29/7) rupiah menguat tipis 0,06% secara harian ke Rp 18.073 per dolar AS.




