Rupiah spot jebol Rp 18.100 per dolar AS Kamis (30/7), JISDOR BI justru menguat

Hikma Lia

BANYU POS  JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan menembus level Rp 18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (30/7/2026).

Advertisements

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot berada di level Rp 18.111 per dolar AS, melemah 0,22% dibandingkan penutupan Rabu (29/7) di Rp 18.073 per dolar AS.

Penjualan Logam Timah TINS Dorong Siklus Super Laba, Cek Rekomendasi Sahamnya

Advertisements

Pelemahan ini terjadi setelah mata uang Garuda sempat menguat pada sesi perdagangan sebelumnya.

Secara bulanan, rupiah diperkirakan mencatat pelemahan lebih dari 1% sepanjang Juli. Jika terealisasi, ini akan menjadi pelemahan bulanan kelima secara berturut-turut.

Berbeda dengan pergerakan di pasar spot, nilai tukar rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia justru melanjutkan penguatan untuk hari kedua berturut-turut.

Rupiah pada JISDOR berada di level Rp 18.078 per dolar AS, menguat tipis 0,05% dibandingkan posisi sehari sebelumnya di Rp 18.087 per dolar AS.

Tekanan terhadap rupiah di pasar spot sejalan dengan penguatan dolar AS di pasar global.

Dolar kembali menguat pada perdagangan Asia setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya, sementara Ketua The Fed Kevin Warsh tidak memberikan petunjuk yang jelas mengenai arah kebijakan moneter selanjutnya.

Danantara Siapkan 200.000 Unit Rumah di Housing Expo 2026, Uang Muka Mulai 1%

Sentimen positif bagi dolar juga datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat mengumumkan serangan udara terhadap Iran.

Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur pergerakan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, naik 0,1% ke level 100,93.

Sebelumnya, indeks tersebut sempat menyentuh level terendah sejak 20 Juli setelah hasil rapat kebijakan The Fed diumumkan.

Advertisements

Also Read

Tags