BANYU POS JAKARTA. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membukukan pendapatan prapenjualan alias marketing sales sebesar Rp 231 miliar pada semester pertama 2026.
Presiden Direktur PT Bangun Kosambi Sukses Tbk Steven Kusuma mengatakan, raihan itu tercatat sekitar 41% dari target marketing sales tahun 2026.
Pencapaian tersebut didukung oleh berlanjutnya strategi monetisasi kawasan CBD PIK2 melalui penjualan kaveling tanah komersial sebagai kontributor utama.
Pantai Indah Kapuk (PANI) Catat Marketing Sales Rp 1,9 Triliun pada Semester I-2026
“Lalu, turut ditopang oleh kontribusi produk komersial dan residensial seiring dengan semakin matangnya ekosistem kawasan dan meningkatnya aktivitas bisnis di PIK2,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Kamis (30/7/2026).
Kontribusi marketing sales dari produk komersial dan residensial yaitu Bizpark PIK2, Rukan Asia Afrika, serta Rumah Milenial di wilayah PIK2, serta kaveling tanah komersial yang berada di kawasan CBD PIK2.
Perkembangan kawasan CBD PIK2 juga terus menunjukkan kemajuan melalui pembangunan dan pengoperasian berbagai proyek strategis oleh pihak ketiga, termasuk gedung Bank Mandiri yang saat ini telah memasuki tahap akhir pembangunan dan serupa juga di Gedung BNI.
Peluang terus mengembangkan ekosistem CBD PIK2 dengan bertambahnya institusi dan pelaku usaha di kawasan tersebut akan semakin memperkuat posisi CBD PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis dan komersial yang berkembang.
Steven bilang, CBDK optimistis terhadap prospek bisnis pada semester kedua tahun 2026.
Operasional Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) yang semakin berkembang diharapkan dapat mendorong peningkatan aktivitas MICE, kunjungan, serta eksposur kawasan secara berkelanjutan.
Asing Borong Saham Asuransi Ini Saat IHSG Tertekan, Layak Beli atau Ambil Cuan?
Hal ini tercermin dari penyelenggaraan berbagai acara berskala besar dengan total 55 event yang sudah diadakan di NICE semenjak beroperasi pada Agustus 2025 lalu, seperti acara Livin’ Fest 2025 present by Bank Mandiri pada Oktober 2025 dan acara Java Jazz Festival 2026 pada Mei 2026.
”Kedua acara turut berkontribusi meningkatkan traffic pengunjung serta memperluas eksposur kawasan PIK2 kepada masyarakat dan pelaku usaha,” paparnya.
Selain itu, peningkatan konektivitas melalui Jalan Tol Kataraja semakin memperkuat aksesibilitas yang menghubungkan kawasan PIK2 dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta serta kawasan Jabodetabek.
“Kami memiliki kawasan ekosistem terintegrasi yang terus berlanjut, total lahan sebesar 676 ha, serta kontribusi aset pendapatan berulang yang semakin berkembang,” tuturnya.
Steven mengatakan, capaian tersebut mencerminkan ketahanan kinerja CBDK di tengah kondisi pasar yang masih diwarnai ketidakpastian global, kenaikan suku bunga domestik, serta pendekatan investasi yang lebih selektif pada sektor properti.
“Permintaan terhadap produk dan proyek yang kami kembangkan di kawasan PIK2 menunjukkan ketahanan, didukung oleh perkembangan kawasan yang terus berjalan serta ekosistem bisnis yang semakin lengkap,” tuturnya.
Pipeline penyelenggaraan event di NICE diharapkan terus meningkat seiring penguatan fungsi kawasan sebagai destinasi MICE, dengan jumlah events sepanjang tahun 2026 bisa mencapai 53 acara.
Sementara itu, Hotel Hilton Jakarta PIK2 telah menyelesaikan proses topping off dan siap beroperasi pada tahun depan. Kehadiran hotel bintang lima tersebut diharapkan melengkapi fasilitas pendukung sekaligus memperkuat daya tarik kawasan.
“Kami menyampaikan optimisme yang terukur terhadap kinerja Perseroan pada semester kedua 2026, didukung oleh penguatan konektivitas kawasan serta berkembangnya aset perseroan,” ujarnya.




