IHSG naik 0,80% ke 6.236, cermati saham yang banyak diborong asing, Jumat (31/7)

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat (31/7/2026), sekaligus mengakhiri perdagangan bulan Juli dengan penguatan.

Advertisements

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business, IHSG naik 0,80% atau 49,76 poin ke level 6.236,12. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di zona positif dengan kisaran 6.201 hingga 6.236.

Secara mingguan, IHSG juga membukukan kenaikan 3,44% pada pekan perdagangan terakhir Juli 2026.

Advertisements

IHSG Menguat pada Akhir Juli, Ditopang Sentimen Global dan Rilis Kinerja Emiten

Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas indeks sektoral. Sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 2,54%, diikuti sektor kesehatan 2,43%, teknologi 2,23%, barang konsumer nonprimer 1,95%, properti dan real estat 1,52%, serta perindustrian 1,20%.

Selain itu, sektor energi menguat 0,65%, infrastruktur 0,62%, transportasi 0,52%, dan keuangan 0,18%. Sementara itu, hanya sektor barang konsumer primer yang ditutup melemah tipis sebesar 0,03%.

Aktivitas perdagangan di BEI mencatat volume transaksi mencapai 32,06 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 17,96 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 437 saham menguat, 193 saham melemah, dan 159 saham ditutup tidak berubah.

Di tengah penguatan IHSG, investor asing masih membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 250,53 miliar di seluruh pasar.

IHSG Menguat pada Perdagangan Jumat (31/7) Pagi, DEWA, CUAN, BUMI Top Gainers LQ45

Meski demikian, investor asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham yang menjadi incaran sepanjang perdagangan akhir pekan.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Jumat:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 228,52 miliar

2. PT Timah Tbk (TINS) Rp 160,6 miliar

3. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 94,76 miliar

4. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 91,3 miliar

5. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 54,56 miliar

6. PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) Rp 28,61 miliar

7. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 25,33 miliar

8. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 23,53 miliar

9. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp 12,89 miliar

10. PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) Rp 12,17 miliar

  BBRI Chart by TradingView

Advertisements

Also Read

Tags